Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan

Kwarcab Pramuka Binjai Gelar Program Subuh Keliling

Kamis, 07 Maret 2013


Binjai, (Analisa). Dalam rangka penerapan dan pengamalan Dasa Dharma Pramuka, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Binjai mengadakan program subuh keliling atau suling. Sekretaris Kwarcab Binjai Drs. HT Syarifuddin. Mpd mengatakan, Jumat (1/3), program suling ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Dharma pertama Pramuka. "Melalui suling ini diharapkan para anggota pramuka mengingat kembali hakekat keberadaan manusia, termasuk anggota pramuka, sesuai dengan firman Allah: tidak kujadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadat kepadaKu," kata Syarifuddin. Kegiatan Suling pertama ini diikuti oleh keluarga besar Kwarcab Binjai dan masyarakat kelurahan Sumber Mulyo Rejo. Kegiatan didahului dengan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kamenag Binjai H. Al Ahyu dan ceramah agama disampaikan Timbas Tarigan, SE, yang juga merupakan Wakil Walikota Binjai. Selesai ceramah subuh dilanjutkan sarapan bersama, yang disediakan oleh masyarakat sekitar. Selesai sarapan dilanjutkan dengan gotong royong bersama masyarakat. Dalam gotong royong ini diantaranya melakukan pengecetan pagar mesjid, menimbunan halaman serta pembersihan parit sekitar mesjid. HT Syarifuddin menyatakan terharu dan bangga melihat antusiasnya masyarakat dan keluarga besar Kwarcab Binjai melaksanakan gotong royong bersama ini. Progam suling yang dilaksanakan di mesjid Kelurahan Sumber Mulyo Rejo Kecamatan Binjai Timur ini merupakan program perdana dan akan terus berjalan setiap bulannya, katanya. Syarifuddin menambahkan ada dua program yang digalakkan di kota Binjai dalam upaya mengatasi masalah dekadensi moral yaitu program maqrib mengaji yg diprakarsai oleh Kemenag Kota Binjai dan Subuh Keliling yang diprakarsai oleh Kwarcab Pramuka Kota Binjai. "Ini sesuai dengan visi dan misi Walikota Binjai HM. Idaham untuk menjadikan kota Binjai sebagai kota idaman yang religius," kata Syarifuddin.(tkz) 

Baca Selengkapnya | komentar

Raimuna VII Tingkat Sumut di Sibolangit

Rabu, 07 Maret 2012

MEDAN - Sebanyak 2.500 anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dari 33 kabupaten/kota se Sumatera Utara akan mengikuti kegiatan Raimuna VII tingkat Sumut di Bumi Perkemahan Pramuka "Among Wiyata Eka Bakti Taruna Tama" Sibolangit, 12-18 Maret mendatang.

Kegiatan yang bersifat kreatif, produktif, edukatif, inovatif dan rekreatif itu juga diikuti tiga kontingen dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sebagai peninjau.
"Dari 2.500 peserta Raimuna VII Sumut itu, yang sudah mendaftar sampai hari ini sebanyak 2.100 peserta dan Insya Allah seluruh target peserta yang mengikuti kegiatan akan mendaftar pada beberapa hari ke depan," kata Ketua Harian Kwarda Pramuka Sumut, Nurdin Lubis melalui Wakil Ketua Bidang Humas/Abdi Masyarakat, Zaki Abdullah di Sanggar Kwarda Pramuka Sumut di Medan, Rabu (7/3).

Didampingi Wakil Ketua Bidang Sarana dan Prasarana, Jumiran Abdi, Wakil Ketua Bina Massa, Nani Hutabarat, Wakil Ketua Bina Muda, M Irvan, Humas, Hermansyah dan Bidang Pengabdian Masyarakat, Aris Yudariansyah, Zaki Abdullah menjelaskan, tujuan Raimuna VII Sumut tersebut adalah sebagai ajang perekat tali persaudaraan dan pembinaan generasi muda.

"Yang jelasnya, kegiatan perkemahan selama seminggu itu adalah sebagai alat pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, dan pertemuan besar tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan rekreatif sambil mengisinya dengan aktivitas bersifat kreatif, produktif, edukatif dan inovatif," ungkap Zaki Abdullah.

Diutarakan juga, kegiatan perkemahan yang mengambil tema Bersatu Tangguh, Berbudaya dan Berkarya serta slogan "Dengan Raimuna Daerah VII Sumut, Jadikan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Daerah Sumut sebagai agen perubahan masa depan yang siap sedia" itu melakukan serangkaian kegiatan.
Antara lain, kegiatan umum berupa keagamaan, opening ceremony dan clossing ceremony, apel pagi/sore, anjangsana dan persaudaraan, kunjungan pameran, Scout Care dan korve.

Sedangkan kegiatan keterampilan antara lain berupa bio gas, Save Orang Utan, komunikasi visual, Snake Genetic, sehari bersama Satlantas, Scouting dan Cooking World, perkenalan alat musik tradisional, menggambar manga dan amatir radio.

Selain dua kegiatan di atas, juga dilakukan kegiatan-kegiatan berbentuk petualang, seperti pendakian Gunung Sibayak, Water Rescue, Explore SAR dan Junggle Survival dan Vertical Rescue dan Rope Skill.

"Selama seminggu perkemahan, juga dilakukan kegiatan bakti sosial, seperti pembenahan Taman Desa dan Penghijauan, replanting, Save Sibolangit, serta Pembuatan Tugu Raimuna, termasuk panitia juga menggelar kegiatan olah raga, seperti bersepeda dan permainan tradisional," bebernya.

Kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya wisata seperti wisata ke Istana Maimon, Masjid Raya, Museum Negeri, PMF (Paket I), Museum TNI-AD, PMF, Penangkaran Buaya (Paket II), Taman Lumbini dan Berastagi (Paket III), serta Wisata Pinkoncab dan Bindamping (Aqua Company, Lumbini, Berastagi) juga akan digelar, termasuk atrkasi seni budaya seperti pentas kontingen cabang, pemutaran film, malam Bukit Barisan, Karnaval dan Gebyar Masakan Tradisional.

Baca Selengkapnya | komentar

Ajang Tukar Ilmu dan Pengalaman

Selasa, 31 Januari 2012

Wali Kota Medan Buka Raimuna Cabang VI Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda, guna menumbuhkan tunas bangsa yang baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional.

Hal ini selaras dengan keinginan untuk menjadikan anggota Pramuka Kota Medan sebagai generasi muda yang dapat berpartisipasi membangun Kota Medan menjadi lebih baik.

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, saat menyampaikan kata sambutan di acara pembukaan Raimuna Cabang VI Gerakan Pramuka Kota Medan Tahun 2012 di lapangan Cadika Pramuka, Jalan Karya Wisata, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kamis (26/1).

“Melalui kegiatan ini, saya berharap adik-adik sebagai remaja yang mampu mengembangkan potensi positif yang ada di dalam diri masing-masing. Selanjutnya, dapat menularkan hal-hal positif kepada teman adik-adik sehingga nilai-nilai kepramukaan tidak hanya milik praja muda kirana, tetapi juga menjadi jati diri remajanya Kota Medan,” kata Rahudman.

Selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang, Rahudman mengharapkan agar kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega tidak terhenti pada Raimuna Cabang VI saja. Justru, Rahudman menantang Pramuka Kota Medan untuk membuat kegiatan yang lebih banyak dan lebih besar lagi, khususnya untuk meningkatkan kualitas Kepramukaan Penegak dan Pandega di Kota Medan.

“Pemko Medan siap menjadi mitra pembantu, sekaligus membenahi berbagai fasilitas yang ada di bumi perkemahan Cadika Pramuka ini. Dengan demikian, siapaun yang berkegiatan akan merasakan nyaman dengan suasana di lahan perkemahan pramuka ini,” ungkapnya.
Tak lupa, orang nomor satu di Pemko Medan itu berpesan agar para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, dapat memanfaatkannya dengan baik guna menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Di samping itu, jadikanlah kegiatan yang sudah berjalan sebagai ajang bertukar pengalaman dan bertukar ilmu, baik umum maupun kepramukaan.

“Seluruh anggota pramuka di Kota Medan agar terus bahu membahu sehingga gerakan Pramuka dapat menjadi mitra dalam pelaksanaan program Pemko Medan. Terutama, pemeliharaan kebersihan lingkungan, ketertiban dan keindahan. Saya ingin anggota Pramuka menjadi pelopor atau menjadi ujung tombak mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat,” pintanya.

Rahudman juga mengingatkan kepada seluruh peserta Raimuna yang hadir, rencana Menteri Kehutanan ke Kota Medan melaunching logo Taman Margasatwa Medan (TMM), sekaligus penandatanganan MoU antara Pemko Medan dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Sumatera Utara serta melihat tiga ekor anak harimau Sumatera yang baru dilahirkan beberapa waktu lalu.

Salah seorang anggota Raimuna, Andri dari SMU swasta di Kota Medan sangat bangga dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, persiapan ini dapat menjadi pelajaran untuk menghadapi kegiatan yang akan dilaksanakan di luar daerah.

“Bangga juga kalau nantinya ikut berangkat untuk kegiatan Raimuna ke luar daerah. Lagi pula, saya belum pernah mengikuti kegiatan sampai ke luar daerah,” cetusnya.(adl)


Mengembangkan Kreativitas

Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSI selaku Ketua Kwartir Pramuka Cabang Kota Medan mengatakan, Raimuna merupakan kegiatan pertemuan dalam bentuk perkemahan yang diadakan Pramuka Penegak dan Pandega.

“Tujuannya untuk membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan dikalangan Pramuka Penegak dan Pandega serta memberikan kegiatan kreatif, rekreatif dan produktif yang ber sifat edukatif,” jelas Eldin.

Tak lupa Eldin menggambarkan arti dari peta dan kompas, yang merupakan alat yang saling berkaitan karena hampir seluruh bidang kegiatan manusia memerlukan peta dan kompas seperti militer, instansi non militer (sipil), bahkan para pengembara.

Seorang anggota Pramuka (utamanya penggalang, penegak, dan pandega) juga diharapkan dapat menguasai ketrampilan menggunakan kompas dan membaca peta. Ketrampilan ini diperlukan terutama jika seorang pramuka harus menjelajahi medan yang tidak dikenalinya.

“Untuk mempelajari kompas dengan baik, pertama kita harus mengenal dulu alat yang bernama kompas tersebut. Kompas adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menetapkan/menunjukkan arah mata angin. Seorang pengembara dan ahli berkemah, harus mengetahui benar tentang Kompas. Dengan bersemboyan pada kompas, ia akan dapat mengikuti jalan yang tertera dalam peta, maka ia tidak akan tersesat dalam perjalanan/pengembaraan,” beber Eldin.

Menurutnya, Kompas yang baik mempunyai cairan yang terdapat di dalamnya cairan yang dapat mengatur gerakan dari jarum, sehingga anggota Pramuka dapat menggunakan kompas dengan baik walaupun memegangnya kurang dengan sempurna. (adl)


Dihadiri 1.500 Peserta

Ketua Sangga Kerja Raimuna Cabang VI Kota Medan, M Rilliyansyah dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diikuti sekitar 1.500 peserta yang berasal dari seluruh kwartir ranting se-Kota Medan.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri sekitar 80 peserta berasal dari Kwartir Pramuka cabang Kota Langsa.

“Raimuna berlangsung mulai 26 sampai 30 Januari dengan mengusung metoda alam terbuka, interaksi, diskusi dan berkelompok,” ujar Rilli.
Dikatakannya, kegiatan Raimuna cabang VI gerakan Pramuka Kota Medan 2012, merupakan kegiatan pesta akbar Pramuka Pandega.

“Dalam Kepramukaan terdapat banyak kegiatan. Pada prinsipnya semua kegiatan yang sesuai dengan PDK dan MK adalah kepramukaan,” cetusnya.
Ditambahkannya, Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.

Kata Raimuna berasal dari bahasa suku Asli di wilayah Yapen Waropen-Papua, yang berasal dari kata Rai dan Muna yang artinya pertemuan ketua suku dalam suatu forum yang menghasilkan suatu tujuan suci untuk kepentingan bersama.

Untuk Raimuna Nasional VIII yang diadakan pada tahun 2003, lanjutnya, merupakan Raimuna Nasional pertama yang diadakan diluar kebiasaan yaitu, diadakan di Taman Candi Prambanan, Yogyakarta, biasanya Raimuna Nasional diselenggarakan di Buperta Wildatika, Cibubur, Jakarta.(adl)


Pertahankan Lapangan Cadika Sebagai Ruang Terbuka

Wakil Ketua Kwarcab Medan Destanul Aulia, SKM, MBA MEc mengucapkan terimah kasih kepada Wali Kota Medan selaku Kamabicab dan Wakil Wali Kota Medan yang sudah mengembalikan dan melakukan pembenahan Cadika.

“Untuk lahan perkemahan yang menjadi kebanggaan bagi semua anggota pramuka, karena bumi perkemahan Cadika merupakan satu-satunya di Indonesia yang masih berada di tengah Kota Medan,” ucap pembina muda Siaga, Penggalang dan Pandega ini.
Dikatakannya, Pramuka Kota Medan memang memerlukan ruang terbuka untuk bisa terus mengembangkan seluruh kegiatan Pramuka dengan melakukan pembinaan terhadap anggota Pramuka.

“Pembinaan yang terus dilakukan terhadap seluruh anggota Pramuka berjumlah 50 ribu orang di Kota Medan, memang sangat membutuhkan ruangan terbuka untuk bisa mengembangkan seluruh keahlian yang juga berguna bagi Pemko Medan,” jelasnya.

Menurutnya, dengn kegiatan ‘malam welcome party’ akan berterusan hingga nantinya akan mengikuti kegiatan raimuna tingkat Daerah dan Nasional di Papua pada bulan Juni mendatang.

Dijelaskannya, kegiatan dalam malam Raimuna itu meliputi, pemanfaatn barang bekas, snake genetic, keamanan berlalulintas, jurnalistik, tekhnik sablon, teknologi internet, beternak lebah, rope skiil, scouting skill, water rescue diving, disaster victim identification dan pelestarian lingkungan.

“Kami berharap kepada adik-adik yang akan mengikuti kegiatan Raimuna cabang ini, serius dan ikhlas menerima pengalaman dari kakak-kakak senior dan para struktur, sehingga pramuka dapat dipandang sebagai organisasi yang eksis dan terlihat seksi, sehingga diminati kawula muda,” cetusnya. (adl)

Baca Selengkapnya | komentar

9 Ranting Pramuka Deliserdang Ikuti Gita 2012

Senin, 23 Januari 2012

BATANG KUIS – Sebanyak 800 peserta mengikuti lomba Kegiatan Terpadu (Gita Padu) Pramuka 2012 yang digelar di Desa Sidodadi Kecamatan Batang Kuis, Jumat-Minggu (20-22/1) Peserta berasal dari anggota pramuka siaga, penggalang, penegak dan pembina.

Mereka mewakili sembilan kecamatan di Kabupaten Deliserdang.

Panitia pelaksana Gita Padu 2012 Edi Suprianto yang menjabat sebagai Kepala Harian Kwartir Ranting Batang Kuis mengatatakan tujuan di gelarnya Gita Padu 2012 untuk mangatahui peserta didik selama berlatih di pangkalannya masing masing.

Kegiatan Gita Padu ini juga akan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam kode kehormatan gerakan pramuka serta menjadikan anggota pramuka lebih mandiri, peduli, bertanggung jawab terhadap diripribadi, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Selain itu Gita Padu Ini sebagai wahana dalam menjalin persaudaraan sesame anggota gerakan pramuka.

Kata Edi Suprianto yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis, dalam ajang Gita Padu ini banyak jenis cabang yang di perlombakan. Untuk siaga lomba dwi dharma dan dwi satya berupa water games, guki estafet dan puzzel.

Untuk penggalang pangkalan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada lomba ketangkasan barisberbaris, lomba tata upacara, pionering hafalan UUD 1945, tari kreasi daerah, hasta karya, water games, salat jenazah, dan lomba memasak.

Untuk penegak lomba tata upacara beruapa baris-berbaris, volk vong, bilal jenazah,dan lomba memasak.

Hadir dalam acara pembukaan Gita Padu 2012 Kepala Mabiran Batang Kuis yang juga Camat Batang Kuis T.M.Zaki Aufa S.Sos, Danramil 05 Batang Kuis, Kapten Inf M Sirait, Wakapolsek Batang Kuis AKP Sudarsono, Pengurus Kwarcab Kabupaten Deliserdang, 10 Kepala Desa se Kecamatan Batang Kuis serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Batang Kuis.

Kepala Mabiran Batang Kuis T M Zaki Aufa S.Sos menyampaikan rasa bangganya karena pramuka Batang Kuis pada tahun 2012 ini meraih juara 1 se-Kabupaten Deli Serdang, Wakil Kecamatan Batang Kuis akan mengikuti lomba tingkat cabang pada raimuna daerah tingakat Sumatra Utara nanti.

“Tahun 2011 Kecamatan Batang Kuis mengirimkan utusannya pada Jambore Nasional di Teluk Gelam Sumatera Selatan dengan mengirim utusannya sebanyak 15 orang peserta dan 4 orang pembina.,” terangnya. (ari)

Baca Selengkapnya | komentar

Ratusan Pramuka Sambut Bhayangkari Sumut

Senin, 28 November 2011

Ratusan Pramuka dari berbagai sekolah menyambut rombongan Bhayangkari Polda Sumut dalam rangka penanaman 3.300 pohon di Jalan Makmur Desa Sambi Rejo Timur, Kecamatan Percut Seituan Jumat (25/11). Mereka berasal dari tingkat SD, SMP dan SMA di Percut Sei Tuan. Para Pramuka tersebut mendampingi rombongan dari awal penanaman hingga akhir acara.

Dalam sacara tersebut hadir Ketua Bhayangkari Polda Sumut Nyonya Mutiara Wisjnu Amat Sastro bersama pengurus Cabang, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro, Waka Poldasu Brigjen S. Alagan, Dirlantas Poldasu Kombes Bambang Sukamto, Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga dan pejabat teras lainnya.

Nyonya Mutiara Wisjnu Amat Sastro disela-sela kegiatan yang bertajuk Ruang Terbuka Hijau bagi Penyerapan Air Perkotaan ini mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program Gerakan Perempuan dan Pelihara Tanaman (GPPT) 2011. “Bhayangkari menjadi unsur dari 7 organisasi yang bergabung dalam GPPT,” jelasnya.
Katanya, pengurus Bhyangkari Sumut menanam 3.300 bibit secara serentak hari ini dan ditanam di tiap pengurus cabang/kotamadya/kabupaten se- Sumut, yang terdiri dari 26 cabang temasuk cabang Brimob dan 1 ranting Sekolah Polisi Negara (SPN)

“Penanaman pohon terbanyak dilaksanakan di Desa Sambirejo, Kecamatan Percut Seituan, sebanyak 1.500 bibit, karena di daerah ini sering terkena angin puting beliung,” jelasnya.

Menurutnya, kemarin pengurus Bhayangkari Sumut juga melaksanakan training of training tentang ‘Pertanian Perkotaan’ yang masih juga berkaitan dengan tema GPPT.

Sebelum dimulai kegiatan tanam pohon mangga, jambu, mahoni, sukun, sirsak, sawo, meranti, trembesi, arum manis, durian, petai dan lainnya, seluruh pejabat didampingi unsur Muspika Kecamatan dan Pramuka berdiri di setiap lubang yang akan ditanam pohon. Setelah itu, secara serentak menanam pohon di lokasi yang sudah diberi tanda untuk para pejabat.”Selai penanaman unsur edukasi juga kita berikan kepada adik-adik sekolah ini,” pungkasnya.

Sementara Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN-16) Medan terus berbenah. Mereka melakukan program pemeliharaan sekolah lewat penananam berbagai macam pohon. Adapun proses pelaksanannya, sekolah yang berlokasi di kawasan Jalan Karya ini mengharuskan seluruh siswanya melakukan penanaman sehari satu batang pohon. “Program penanaman pohon one student one tree ini telah kita terapkan sejak bebrapa bulan yang lalu.
Untuk memudahkannya ada bebrapa kriteria penanaman pohon yang menjadi prioritas untuk ditanam di lingkungan sekolah, sedangkan sisanya kita budidayakan di halaman kosong yang berada di sekolah,” ujar Kepala SMPN 16 Medan,Irnawati.(uma)

Baca Selengkapnya | komentar

Kakwarcab Pramuka Labuhanbatu Lepas Tim Kirab Estafet Tunas Kelapa

Minggu, 09 Oktober 2011

RANTAUPRAPAT, ML : Ketua Kawartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Labuhanbatu Suhari Pane SIP melepas Tim Kirab Pramuka Estafet Tunas Kelapa (ETK) di Lapangan Ika bIna Rantauprapat, Jumat (7/11) menuju kabupaten Labuhanbatu Selatan untuk selanjutnya menuju Provinsi Sumatera Barat.

Kakwarcab Gerakan Pramuka yang juga Wakil Bupati Labuhanbatu saat melepas pasukan ETK didampingi oleh Dandim 0209/LB Letkol Abdi Iman Sakti Zebua, Ketua DPRD Hj Ellya Rosa Siregar, para kepala SKPD, para pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Labuhanbatu, para penegak, pendega dan penggalang.

Suhari Pane menjelaskan, bahwa Tim ETK yang beranggotakan 20 orang Pramuka Pendega dari seluruh Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara itu sebelumnya berada di Kabupaten Simalungun dan Labuhanbatu Utara. Setelah istirahat satu malam di Labuhanbatu tim ETK melanjutkan kirab ke kabupaten Labuhanbatu Selatan dan langsung menuju Kabupaten Mandailing Natal.

Di perbatasan Sumatera Utara dengan Sumatera Barat Tim ETK ini akan berganti dengan tim dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Barat yang akan berakhir di Jakarta bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2011.

Dijelaskannya juga, bahwa kegiatan kirab dan perjalanan Pataka Tunas Kelapa ini menyusuri seluruh wilayah tanah air berangkat dari delapan penjuru mata angin bergerak dengan estafet menuju Ibukota Negara, Jakarta, yang melambangkan persatuan dan kesatuan secara utuh dan menyeluruh anak muda dan orang dewasa menuju cita-cita “Kejayaan Indonesia”.

Untuk wilayah Sumatera diawali dari provinsi Nangro Aceh Darussalam tanggal 1-4 Oktober 2011 dilanjutkan ke Sumatera Utara tanggal 5-7 Oktober 2011 dan berakhir di Jakrta tanggal 28 Oktober 2011 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan ini dilaksanakan, kata Suhari, karena tahun 2011 ini Gerakan Pramuka memasuki usia emas, usia 50 tahun. “Diharapkan kegiatan ini dapat mengetuk segenap masyarakat untuk mampu menyulam persatuan dan kesatuan dintara anak bangsa”, katanya.

Tim kirab ETK sempat melakukan berdefile menelusuri ruas jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman dan berakhir di Jalan A Yani tepat di depan Makam Pahlawan Rantauprapat, tim ETK melanjutkan perjalanan mengunakan bus yang dipimpin langsung Sekretaris Kwartir Daerah Sumatera Utara, Mukhlis Mukhtar.

Selama berada di Labuhanbatu (6-7 Oktober 2011) ETK melakukan berbagai kegiatan, seperti pemutaran film di Lapangan Ika Bina Rantauprapat dan mendapat jamuan dari Pemkab Labuhanbatu di pendopo.

Pada kesempatan pelepasana Tim ETK, Kakwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Labuhanbatu menyerahkan bantuan berupa vitamen kepada pimpinan regu.(AR).

Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka bakal jadi ekskul wajib

Senin, 19 September 2011

MEDAN - Mengingat pentingnya gerakan pramuka sebagai pembentukan jati diri, khususnya bagi generasi muda yang merupakan calon pemimpin bangsa, Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumatera Utara (Sumut) memprogramkan untuk memasukkan kegiatan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kwarda Pramuka Sumut Gatot Pujo Nugoroho . "Revitalisasi gerakan pramuka harus dimulai dari tingkat terendah, dari sekolah di semua tingkatan. Sehingga, pramuka tidak hanya seremonial saja dengan memakai seragam pramuka setiap hari Jumat atau Sabtu," ujarnya, hari ini.

Dia menuturkan, untuk memaksimalkan kegiatan pramuka tersebut, semua pihak terkait harus aktif dalam menyosialisasikan pentingnya kegiatan pramuka dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa. Sebab, banyak generasi muda saat ini yang sikapnya tidak mencerminkan jati diri bangsa, bahkan tak sedikit yang lari dari jati diri tersebut.

Karena itu, dia meminta kepada jajaran pengurus Kwarda Sumut yang baru dilantik untuk menyadari tugas penting pramuka dalam mengembangkan jati diri generasi muda. Agar ke depan betul-betul siap meneruskan keberadaan negara, khususnya Sumut.

Disebutkannya, agar Pramuka bisa disukai dan menarik minat pelajar, pihaknya akan berupaya untuk membuat Pramuka begitu fun. Misalnya saja dengan outbond. "Kita ingin membuat Pamuka jadi kegiatan yang indah dan fun, serta menyenangkan, baik di tingkat SD, SMP, dan Perguruan Tinggi. Kita pupuk kebersamaan virus dan nilai-nilai kebaikan untuk menyongsong masa depan. Agar generasi muda memiliki life skill, salah satunya Pramuka," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Gatot, dia juga mengajak seluruh pengurus Kwarda Pramuka Sumut Periode 2011-2016 untuk terus meningkatkan hubungan dan jalinan kerjasama yang baik dengan organisasi kepemudaan. Hal ini mengingat pramuka bukanlah satu-satunya yang memberi kontribusi, karena itu perlu berkoordinasi dengan organisasi kepemudaan lainnya.

Sementara Ketua Kwartir Nasional Pramuka Azrul Azwar mengatakan, revitalisasi pramuka sudah menjadi tuntutan. Bahkan, ke depan pramuka harus mampu memberikan keahlian bagi anggota pramuka yang bisa digunakan saat memasuki dunia kerja.

"Gerakan pramuka harus mampu memberikan keterampilan yang bisa dimanfaatkan para anggota pramuka di masa-masa yang akan datang. Sehingga, kehadiran pramuka benar-benar bisa dirasakan manfaatnya," tandasnya.

Baca Selengkapnya | komentar

Ketua Kwarnas: Kwarda Sumatera Utara Terbaik di Indonesia

Sabtu, 17 September 2011

Medan, (Analisa). Ketua wartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Prof Dr dr Azrul Azwar MPh menilai, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Kwardasu) merupakan salah satu kwarda terbaik di Indonesia. Dalam berbagai kegiatan nasional, partisipasi Kwardasu tidak perlu diragukan.
"Saya sangat bangga dengan keaktifan Kwardasu. Semua kegiatan di tingkat nasional, Kwardasu selalu tampil aktif baik dalam mengutus peserta maupun sebagai pemberi saran dan masukan," katanya saat melantik Pengurus Kwardasu Periode 2011-2016 di Aula Martabe, Kantor Gubsu, Jumat (16/9).

Selain pengurus Kwardasu, Ketua Kwarnas juga melantik Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwardasu, Dewan Kehormatan, Dewan Kerja daerah, dan Pengurus Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit untuk periode yang sama.

Dikatakan, sebagai salah satu warda teraktif, Kwardasu senantiasa berupaya mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-prinsip dasar dan metode kepramukaan. Yang pada kenyataannya mengarah pada pencapaian tujuan Gerakan Pramuka. Apalagi dalam pelaksanaannya, mampu menyesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia.

Sebagai organisasi kepanduan, Kwardasu menitikberatkan pendidikan nonformal kepada anggotanya agar menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti, dan kuat keyakinan beragamanya. Sehingga diharapkan, hasil didikannya kelak menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya, kuat dan sehat fisiknya, serta menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila.

Di hadapan unsur Muspida Sumut, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan, serta undangan lainnya, Azrul Azwar juga menitipkan harapan agar calon pemimpin yang kini menjadi peserta didik di jajaran Kwardasu tetap setia dan patuh kepada NKRI. Sehingga nantinya bisa menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.

Ekstrakurikuler Wajib

Di tempat sama, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho usai dilantik sebagai Ketua Kwardasu, bertekad akan memajukan Gerakan Pramuka di daerah ini. "Atas keprihatinan kita semua akibat krisis moral yang terjadi di kalangan remaja saat ini, saya mengajak semua kalangan, khususnya lembaga pendidikan untuk menjadikan kegiatan Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib di bangku sekolah."

Dalam banyak hal, imbuhnya, pendidikan yang ditularkan kepada anak dan remaja masih sekadar penguasaan "knowled" dan belum mengandalkan penguasaan skil. Padahal, dalam menghadapi era global, dituntut kemampuan keterampilan untuk bisa bersaing. Berbeda di Gerakan Pramuka yang memang sudah menerapkan pembekalan keterampilan bagi kaum muda.

Dengan kesibukan belajar menguasai keterampilan, anak dan remaja akan terhindar dari prilaku yang tidak mencerminkan kepribadian bangsa. "Banyak remaja menyimpang akibat krisis moral. Ini terjadi tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga menyulur hingga kabupaten/kota. Kondisi ini harus dibenahi, Gerakan Pramukalah yang bisa melakukannya."

Kepada para pengurus yang baru dikukuhkan, Gatot Pujo Nugroho mengajak agar mampu melaksanakan amanah organisasi, sehingga bisa lebih maju dari kepengurusan sebelumnya. Kemajuan yang diinginkan, menurutnya, hanya bisa dicapai jika mampu menjalin koordinasi dan komunikasi dengan berbagai elemen di Sumut.

"Seperti ikrar yang sudah kita ucapkan secara bersama tadi, semestinya diwujudkan dengan kinerja yang lebih baik. Tugas ini tidak akan selesai jika kita tidak bisa bekerjasama dalam melaksanakannya," ujarnya sebari mengimbuhkan pelantikan tersebut merupakan tonggak sejarah bagi perjalanan Gerakan Pramuka di Sumut.

Pengukuhan pengurus Kwardasu itu, diharapkan juga menjadi momentum tertinggi bagi sejarah kepramukaan di pentas nasional. Sebab pada tahun 1977, Pramuka di Sumut pernah mencatatkan sejarah dengan gelaran Jambore Nasional I.

Pada pengukuhan itu, ditandai dengan tannya jawab Ketua Kwarnas dengan pengurus Kwardasu, pengucapan ulang janji, pembacaan ikrar, dan penandatangananan ikrar. (rio/ir)

Sumber : http://www.analisadaily.com/
Baca Selengkapnya | komentar

Gabung Yuk...!!

 
Support : Copyright © 2011. Radar Pramuka - All Rights Reserved
Powered by Blogger
;