Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Tewasnya 6 Pramuka di Pacitan Akibat Kecerobohan

Selasa, 19 Maret 2013


Pacitan - Kepolisian Resort (Polres) Pacitan menilai, tewasnya 5 orang siswa SMP Negeri 1 Kebonagung dan seorang pembina pramuka yang tewas tenggelam di Sungai Purwoasri, Kebonagung, saat mengikuti Persami (perkemahan Sabtu-Minggu) kemarin merupakan kelalaian. Hasil penyelidikan sementara, diduga ada unsur kecerobohan dalam peristiwa itu. “Ini suatu kecerobohan. Tentunya kita akan melakukan langkah pemeriksaan sepenuhnya,” kata Kapolres Pacitan, AKBP Aris Haryanto, kemarin. Baca juga: Kepsek SMPN 1 Minta Maaf Kepada Keluarga Siswa Tenggelam dan Keluarga 6 Pramuka Tenggelam di Pacitan Masih Shock Ia mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang merenggut para anggota pramuka yang masih berusia belasan tahun tersebut. Apalagi hal itu terjadi tak berselang lama dengan kegiatan Persami yang lokasinya tak jauh dari lokasi tenggelamnya para korban. “Kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dengan alam itu harus ada survey awal, kemudian harus disiapkan juga alat-alat yang dibutuhkan barangkali terjadi sesuatu,” ungkapnya. Hingga saat ini, polisi masih berusaha mendalami kasus kemah maut itu. Seorang pembina yang selamat akan dimintai keterangan. Hanya saja, karena kondisinya masih shock, polisi menunda pemeriksaannya. “Kita akan periksa saksi, termasuk korban selamat. Untuk sementara masih belum kita lakukan karena kondisinya masih syok,” pungkas Aris HAriyanto. Seperti diberitakan, 5 anggota pramuka dan 1 pembina tewas setelah tenggelam di sungai sedalam 4 meter. Mereka tenggelam saat mandi usai mengikuti kegiatan Persami. Seluruh korban tewas dibawa ke RSUD Pacitan untuk divisum sebelum dimakamkan.@rachma

 Sumber : lensaindonesia.com
Baca Selengkapnya | komentar

Bupati Sampang Dikukuhkan Sebagai Pembina Pramuka

Sabtu, 03 Maret 2012

SAMPANG - Bupati Sampang, Noer Tjahja dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Pembina Praja Muda Karana (Pramuka) Cabang Sampang oleh Syaifullah Yusuf, Ketua Kwartir Pramuka Daerah Jawa Timur (Jatim). Pengukuhan pengurus Pramuka Sampang tersebut merupakan pertama kalinya dilaksanakan dari 4 Kabupaten di pulau Madura, serta ke 4 di tingkat Provinsi Jatim.
Wakil Gubernur Jatim yang akrab disapa Gus Ipul itu sekaligus melantik pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Majelis Pembimbing Ranting (Mabira), Majelis Pembimbing Desa (Mabisa) dan Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sampang periode 2012-2015.

Bupati Noer Tjahja, usai dilantik benjanji akan mengamalkan Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12/2010 dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pramuka. Dia menekankan, agar gerakan Pramuka dapat bersungguh-sungguh melaksanakan tugas dan kewajibannya ketentuan yang berlaku untuk mengantarkan kaum muda Sampang ke masa depan yang lebih baik.

Dia memaparkan, pada pasal 36 UU Gerakan Pramuka disebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah bertugas, menjamin kebebasan berpendapat dan berkarya dalam pendidikan kepramukaan. Membimbing, mendukung, dan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Membantu ketersediaan tenaga, dana, fasilitas yang diperlukan untuk pendidikan ke Pramuka an.

”Sesuai dengan sumpah dan janjinya, para pengurus Pramuka harus siap dalam menghadapi permasalahan di segala medan, misalnya, ketika menghadapi bencana banjir yang setiap tahun melanda Kota Sampang, maka Gerakan Pramuka mempunyai peranan penting untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah banjir,” tegas Bupati Noer Tjahja.

Dia menegaskan, momentum pengukuhan tersebut akan menjadi gerakan positif untuk mengembalikan lagi peran Pramuka ditengah-tengah masyarakat. Karena ia mengamati generasi muda sudah tidak tertarik untuk berkecimpung dalam kegiatan Pramuka, sehingga dikhawatirkan lambat laun ditinggalkan oleh generasi muda Sampang. ”Mari kita galakkan dan bangkitkan kembali gerakan Pramuka sebagai wadah bagi para generasi muda dalam berkiprah dan berperan aktif untuk mengisi pembangunan,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Gus Ipul, ia mengimbau terhadap pengurus Pramuka untuk mengembalikan gerakan pramuka pada rakyat dengan menjunjung tinggi semangat tolong-menolong dan mencintai sesama. Ditengah derasnya arus informasi dan globalisasi saat ini, lanjutnya, gerakan Pramuka mulai dianggap ketinggalan zaman oleh generasi muda. Sehingga menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama bagi para pengurus untuk menggalakkan prinsip-prinsip gerakan Pramuka di tengah-tengah masyarakat.

”Kita sebagai pengurus Pramuka mempunyai tanggung jawab moral untuk memberikan semangat mencintai alam, saling menghormati antar sesama, serta saling tolong menolong sebagai perwujudan jati diri gerakan Pramuka,” paparnya.

Dia menekankan, supaya pengurus Pramuka Cabang Sampang, dapat mengaplikasikan sarana teknologi informasi dalam mempercepat kinerja program dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Sehingga menjadi Pramuka yang cukup handal dalam setiap menyelesaikan persoalan yang terjadi selama ini. rud

Baca Selengkapnya | komentar

Anggota Pramuka Harus Kuasai Internet

Sabtu, 21 Januari 2012

VIVAnews - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta agar anggota Pramuka melengkapi diri dengan kemampuan dan pemahaman teknologi.
Hal itu untuk menunjang kinerja dan kreativitas anggota Pramuka menyongsong masa depan dan persaingan. Misalnya, dengan penguasaan penggunaan internet.

"Karena dengan menguasai teknologi, internet misalnya, Pramuka di Jatim mampu melihat kemajuan dunia. Selanjutnya, akan berguna untuk meningkatkan kreativitas dan keilmuan," kata Saifullah Yusuf di pelantikan kenaikan tingkat Pramuka Penggalang, Penegak, dan Garuda Gugus Depan (Gudep) Pondok Pesantren Al Islah Sendang Agung, Lamongan, Jatim, Sabtu 21 Januari 2012.

Dia menambahkan, saat ini, eranya teknologi internet. Generasi muda, termasuk Pramuka juga ikut andil untuk dalam penguasaan. Kemudian, itu bisa digunakan untuk menginformasikan atau sebaliknya mencari informasi yang tanpa kendala.
"Jika Pramuka melengkapi diri dengan teknologi, bisa mencari informasi yang lebih cepat dan juga untuk memperkaya cakrawala keilmuan," lanjutnya.

Gus Ipul --sapaan akrabnya-- mencontohkan, di dalam internet bisa mencari ayat-ayat Al-Qu’ran, cakrawala keilmuan lainnya yang bersifat Islami. Namun, tentunya penguasaan teknologi itu bisa membedakan prinsip-prinsip sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Terkait itu, pihaknya berpesan agar anggota Pramuka memahami kemajuan dan persaingan terbuka di era saat ini. Selanjutnya, segera dapat menjadi motivasi untuk menentukan arah masa depannya. Termasuk, mempersiapkan diri menyongsong estafet kepemimpinan.

Ia menyebut, sebagai ciri pemimpin telah dimiliki oleh anggota Pramuka. Yakni, memilki sifat-sifat keteladanan di antaranya ringan menolong sesama, mencintai alam, mandiri, mau bekerja sama, dan belajar untuk kepentingan masa depan.

Dengan semangat yang dimiliki anggota pramuka, Gus Ipul optimistis dengan kesadaran yang tinggi sejak dini, Pramuka di Jatim mampu menjadi pramuka terdepan di Indonesia.

Sementara itu, dalam kegiatan itu, Gus Ipul yang menjabat sebagai ketua Kwartir Daerah Pramuka Jatim berkesempatan melantik sejumlah anggota menapaki jenjang lanjutan yang lebih tinggi.
Di antaranya, meliputi pelantikan Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap, Penegak Bantara, Penegak Laksana, dan pelantikan Pramuka Garuda untuk tingkat penggalang dan penegak. (art)

Sumber : vivanews.com
Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka kibarkan bendera di bawah laut Situbondo

Jumat, 21 Oktober 2011

Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 150 penyelam dari pegiat/aktivis Pramuka dari berbagai provinsi di Indonesia, berencana mengibarkan bendera pramuka di bawah laut Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur, pada 23 Oktober 2011.

"Insya Allah Menpora Andi Malarangeng menyaksikan pengibaran bendera Pramuka di kedalaman 1.000 meter di bawah laut itu," kata Sekretaris Kwartir Daerah Praja Muda Karana Jawa Timur (Kwarda Pramuka Jatim), Drs H Sunyoto Hadi Prayitno MPd, di Surabaya, Jumat.

Ia menjelaskan, para penyelaman yang berperan dalam puncak acara hari ulang tahun (HUT) Emas Gerakan Pramuka secara nasional itu, antara lain dari Jatim, Jawa Barat (Jabar), Bali, Kalimantan.

"HUT Emas Pramuka secara nasional sudah diawali dengan penyerahan tunas kelapa dan pataka nasional secara estafet dari provinsi se-Indonesia, dan Pramuka Jatim menerimanya pada 19 Oktober," kata dosen Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Adi Buana (Unipa) Surabaya itu.

Tunas kelapa dan pataka nasional itu diterima Jatim dari Kalimantan di Ketapang, Banyuwangi, lalu dikirab lewat jalur selatan Jatim hingga ke Malang dan akhirnya ke Ngawi.

"Tunas kelapa dan pataka nasional serupa juga diterima Jatim dari Sulawesi di Surabaya, lalu dikirab melintasi jalur utara Jatim hingga ke Ngawi," paparnya.

Menurut dia, kedua tunas kelapa dan pataka nasional yang dikirab pada jalur selatan dan utara Jatim itu "bertemu" di Ngawi pada 22 Oktober, lalu Pramuka Jatim bakal menyerahkan kepada Pramuka Jateng di Mantingan, Ngawi pada tanggal itu (22/10).

"Tapi, Pramuka Jatim sendiri membuat 38 duplikat pataka itu untuk dikelilingkan pada ranting yang ada pada 38 kabupaten/kota se-Jatim untuk memperingati HUT Emas Pramuka," ujarnya.

Ia mengatakan, pataka itu dikelilingkan pada sejumlah kecamatan yang ada pada 2-28 Oktober dengan ditandai dengan penghijauan, yakni satu anggota pramuka dari kalangan SMA akan menanam satu pohon selama kirab di daerahnya masing-masing.

"Kalau apel besar HUT Emas Pramuka sudah dilaksanakan pada 14 Agustus lalu di Gedung Negara Grahadi pada jam 08.00 WIB yang bertepatan dengan HUT Pramuka. Saat itu, Wagub Jatim selaku Kepala Kwarda Jatim menyerahkan 2.124 penghargaan kepada anggota Pramuka yang berjasa," tuturnya.

Selain itu, Kwarda Pramuka Jatim juga menggelar ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar pada 11 Agustus lalu, lalu ziarah ke Taman Makam Pahlawan Jalan Mayjen Sungkono Surabaya pada 12 Agustus lalu.

"Pada 13 Agustus malam atau sehari menjelang Apel Besar Pramuka di Gedung Negara Grahadi itu dilaksanakan Renungan Suci di Bumi Perkemahan Semen Gresik untuk melakukan janji ulang dan evaluasi," katanya.
(T.E011/C004)
Editor: Priyambodo RH

Baca Selengkapnya | komentar (6)

Ratusan Orang Bersiap Kibar Merah Putih dari Bawah Laut

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA-- Sebanyak 150 penyelam dari pegiat Pramuka dari berbagai provinsi di Indonesia, berencana mengibarkan bendera pramuka di bawah laut Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur pada 23 Oktober 2011.
"Insya-Allah, Menpora Andi Malarangeng menyaksikan pengibaran bendera Pramuka di bawah laut itu," kata Sekretaris Kwarda Pramuka Jatim, H Sunyoto Hadi Prayitno, di Surabaya, Jumat.

Ia menjelaskan para penyelaman yang berperan dalam puncak acara HUT Emas Gerakan Pramuka secara nasional itu antara lain dari Jatim, Jabar, Bali, Kalimantan.

Selain itu, Kwarda Pramuka Jatim juga menggelar ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar pada 11 Agustus lalu, lalu ziarah ke Taman Makam Pahlawan Jalan Mayjen Sungkono Surabaya pada 12 Agustus lalu.

"Pada 13 Agustus malam atau sehari menjelang Apel Besar Pramuka di Gedung Negara Grahadi itu dilaksanakan Renungan Suci di Bumi Perkemahan Semen Gresik untuk melakukan janji ulang dan evaluasi," katanya.

Baca Selengkapnya | komentar

Estafet Tunas Kelapa Wilayah JATIM

Selasa, 04 Oktober 2011

Tahun 2011 ini Gerakan Pramuka memasuki usia emas, 50 tahun. Guna merayakan peringatan tersebut, Kwartir Nasional menggelar estafet tunas kelapa (ETK). Kegiatan kirab yang dilakukan melalui perjalanan pataka tunas kelapa menyusuri seluruh wilayah tanah air itu dijadwalkan memasuki wilayah Jatim pada bulan ini, tepatnya 19 Oktober mendatang.

Ketua Dewan Kerja Daerah Kwarda Jatim, Miftakgul Khoiriyah SIKom saat dikonfrimasi, Senin (3/10) mengatakan, untuk kirab ETK bakal masuk ke Jatim pada 19 Oktober dari dua titik. Pertama, di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang diserahterimakan dari Kwarda Bali. Selanjutnya, patakan tunas kelapa akan dikirab hingga ke Kab Situbondo untuk dipamerkan saat acara pemecahan rekor selam 1.000 orang dengan kibarkan bendera di dasar laut di Pantai Pasir Putih yang merupakan bagian dari perayaan 50 tahun Pramuka Emas.
Selain jalur Banyuwangi, pataka tunas kelapa juga datang melalui Bandara Juanda Surabaya. Untuk jalur ini berbeda dengan di Banyuwangi yang hanya berhenti di Situbondo, karena, pataka tunas kelapa tersebut akan dikirab hingga ke Kec Mantingan Kab Ngawi untuk diserahterimakan ke Kwarcab Jawa Tengah pada 22 Oktober.
Ia menuturkan, ETK diselenggarakan dengan maksud untuk lebih memasyarakatkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan generasi muda, sebagai penerus perjuangan bangsa yang yang berjiwa dan berwatak Pancasilais. Untuk tujuan yang ingin dicapai melalui ETK ini, yakni memantapkan perasaan dan semangat, persaudaraan persatuan, kesatuan, secara internal pada jajaran Pramuka dan secara umum agar menyatu erat di masyarakat.
ETK ini diikuti peserta dari seluruh Kwartir Daerah di Indonesia, dengan mengikutsertakan anggota muda maupun anggota dewasa serta dukungan seluruh pemangku kepentingan Pramuka. Di tiap etape disiapkan pasukan inti, sebanyak 17 orang dan susunan pasukan terdiri atas Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak/Pandega serta Pembina (Dewasa). Untuk pasukan pendukung (anggota Pramuka) dan Pasukan Penggembira (masyarakat) disesuaikan dengan situasi dan keadaan kwartir.
Kegiatan kirab dan perjalanan pataka tunas kelapa ini bakal menyusuri seluruh wilayah tanah air akan berangkat dari delapan penjuru mata angin bergerak dengan estafet menuju Ibukota Negara. Ini melambangkan persatuan dan kesatuan secara utuh dan menyeluruh anak muda dan orang dewasa menuju cita-cita kejayaan Indonesia.
Adapun rute dari delapan penjuru itu, yakni pertama dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan. Kedua dari Kepulauan Riau, Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung. Ketiga dari Bengkulu, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. Keempat dari Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta. Kelima dari Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Sedangkan rute keenam melintasi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Sulawesi Tenggara. Rute ketujuh dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Terakhir, rute kedelapan melintasi DI Jogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. (afr)

Sumber : www.jatimprov.go.id
Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka Jatim Kibarkan Bendera 1.000 Meter Di Pasir Putih

Jumat, 09 September 2011

Rekor dunia selam di Taman Laut Bunaken beberapa waktu lalu akan disaingi Jatim. Didukung 1.000 penyelam, Jatim akan mengibarkan mnerah putih seluas 1.000 meter persegi di Pasir Putih Situbondo.

Acara ini akan diwujudkan dalam acara bertajuk Dive Pramuka Emas pada 21-23 Oktober mendatang.
Humas Panitia Pelaksana Dive Pramuka Emas, Zamzami Sabiq, Kamis (8/9/2011) mengatakan, pemilihan lokasi di Pasir Putih, karena kondisi pantai di laut utara Jatim ini tepat dan aman bagi pemula. Kondisi geografis pantainya cukup landai dan bersih sehingga dipilih sebagai lokasi kegiatan.

Untuk mendatangkan 1000 penyelam, panitia telah mengundang berbagai kelompok selam baik dari kelompok Pramuka atau non Pramuka, seperti dari TNI dan Polri. Rencananya, dari Jatim akan ada 200 penyelam dan sisanya akan diikuti oleh penyelam asal Jawa tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur.

Jika jumlahnya dirasa masih kurang, rencananya dalam beberapa hari mendatang panitia juga bakal menggelar diklat (pendidikan dan pelatihan) selam atau scuba diving bagi pemula agar bisa turut berpartisipasi dalam pemecahan rekor dunia tersebut.

Biasanya dalam diklat selam itu peserta diberi penekanan pada materi dasar selam dengan materi ruang oleh instruktur setiap malam dan akan melakukan pula simulasi selam di kolam renang serta praktik di laut.

Adapun persyaratan peserta yang bisa mengikuti selam, yakni harus sehat jasmani dengan disertakan surat keterangan dokter, usia minimal 17 tahun (bila kurang dari 17 tahun harus menyertakan surat izin dari orang tua/wali), dan wajib bisa berenang minimal sejauh 20 meter. Namun untuk biaya pendaftaran dan fasilitas bagi peserta diklat selam hingga kini belum ditentukan. (red)

Sumber : www.surabayakita.com
Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka Selamatkan Penumpang Sakit di KMP Dharma Kencana

Sabtu, 03 September 2011

SURABAYA (suarakawan.com) – Ahmad Maulan (61), akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit PHC Tanjung Perak Surabaya setelah kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan di atas kapal yang berlabuh ke Jakarta hingga ke Batam.

Maklum, sakit yang dideritanya membuat tubuhnya lemas tak bisa bergerak, apalagi usianya sudah menua.

Ahmad Maulan merupakan salah satu penumpang kapal Dharma Kencana yang berlabuh dari Balikpapan Kalimantan menuju Tanjung Perak Surabaya. Namun ditengah perjalanan 4 jam sebelum tiba di Tanjung Perak, kondisi fisik Ahmad Maulan begitu lemas. Hampir tidak bisa begerak. Tubuhnya terus gemetaran sesara kedinginan. Itu sebab, ketika turun dari kapal ia harus ditandu.

Saat berada di ruang kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak, petugas juga kesulitan untuk menggali informasi darinya. Ahmad Maulan berbicara terpatah-patah dan begitu lama menjelaskannya meski pada akhirnya biasa dipahami maksudnya.

“Saya sakit. Saya mau berobat ke Batam,” terangnya pelan, Sabtu (03/09).

Ahmad merupakan keluarga miskin dan tinggal di Kelayanbi Timur no 44 RT 2 RW 1 Banjar Selatan, Kalimantan. Karena tak punya banyak uang untuk membeli tiket, akhirnya ia harus berangkat sendiri untuk berobat ke Batam di rumah saudaranya.

“Saya sendirian. Kalau ada yang mengantar, berarti kan harus beli tiket lagi. Saya nggak punya uang. Saya keluarga miskin.” tambahnya.

Namun saat harus transit di Surabaya, kondisinya drop hingga akhirnya dibawa ke ruang kesehatan dan dirujuk ke rumah sakit PHC oleh sukarelawan dari Pramuka.

Karena tak ada yang merawatnya dirumah sakit dan tak ada yang membiayainya, biaya Ahmad Maulan serahkan ke dinsos. (bs/nas)

Baca Selengkapnya | komentar (3)

Gabung Yuk...!!

 
Support : Copyright © 2011. Radar Pramuka - All Rights Reserved
Powered by Blogger
;