Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Pramuka Jabar Tolak Swasta Kelola Buper Cibubur

Minggu, 29 April 2012

Jakarta - Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat mempertanyakan alasan pengalihan pengelolaan Bumi Perkemahan (Buper) Cibubur dari negara ke pihak swasta. Untuk itu DPR diminta untuk mengklarifikasi Kwartir Nasional (Kwarnas) atas proyek ini.

"Komisi X DPR harus memanggil pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka untuk minta klarifikasi pelimpahan hak kelola 400 hektare lahan Bumi Perkemahan (Buper) Cibubur di Jaktim kepada pihak ketiga," ujar Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Adang D Bokin," kepada INILAH.COM, Jumat (27/4/2012).

Menurutnya, dengan rencana pengambilalihan ini DPR harus membentuk tim panitia kerja (Panja) untuk mendalami proses pengambilalihan lahan Buper Cibubur kepada pihak swasta.

"Bilamana perlu, DPR harus minta BPK untuk melakukan audit menyeluruh terhadap aset Buper itu karena selama 30 tahun pengelolaannya akan diserahkan ke swasta dengan pola BOT," jelasnya.

Selain itu, Adang juga mempertanyakan kebijakan Kwartir Nasional (Kwarnas) dibawah kepemimpinan Hasrul Azwar. Pasalnya atas kebijakannya itu dapat berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara.

"Kebijakan Kwarnas di bawah pimpinan Hasrul Azwar yg melakukan MoU sewa kelola Buper Cibubur berpotensi merugikan keuangan negara karena tanah Buper merupakan milik negara. Selain itu, pengelolaan oleh swasta belum tentu memberi keuntungan apa pun bagi Gerakan Pramuka," ungkapnya.

Sumber : Inilah.com
Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka dan Kampanye Sadar Wisata

Selasa, 28 Februari 2012

JAKARTA, - Selama ini kegiatan Pramuka identik dengan pembinaan cinta alam dan survival skill (keahlian bertahan hidup). Nyatanya, ada banyak kegiatan lainnya di Pramuka. Salah satunya adalah pembentukan dan pengembangan wadah Satuan Karya Pramuka Pariwisata atau Saka Pariwisata.

"Kami ingin mencetak anak-anak kami yang berjumlah 21 juta orang tersebar di Indonesia, agar menghayati apa itu pariwisata dan gunanya apa," kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (27/2/2012).

Azrul mengungkapkan hal tersebut pada saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang peningkatan kemampuan anggota gerakan Pramuka di bidang kepariwisataan yang dilakukan antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.

"Ini juga untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka, sehingga bisa mendorong pariwisata di daerah mereka masing-masing," tambah Azrul.

Saka Pramuka, jelas Azrul, menjadi wadah pendidikan bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan keterampilan di bidang pariwisata. Tiga hal yang meliputi Saka Pramuka adalah Krida Penyuluh Pariwisata, Krida Pemanduan Wisata, dan Krida Kuliner Wisata.

Ketiga hal tersebut diharapkan dapat mendukung dan menyukseskan program Sadar Wisata yang meliputi prinsip Sapta Pesona yaitu Aman, Tertib, Bersih, Ramah, Sejuk, Indah, dan Kenangan Terakhir.

Selain itu, ungkap Azrul, pembinaan tersebut juga dimaksudkan agar para anggota dapat menjadikan pariwisata sebagai pilihan profesi mereka di masa depan. "Siapa tahu ada anggota yang tidak mampu, sehingga tidak mampu melanjutkan kuliah ke jenjang universitas. Tapi dengan keterampilan pariwisata yang mereka miliki, mereka menopang diri bekerja di bidang pariwisata," jelas Azrul.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengungkapkan pengembangan selanjutnya tidak hanya pariwisata tetapi juga di bidang industri kreatif. Ia pun menuturkan pentingnya peran Pramuka untuk kampanye sadar wisata.

"Kita punya tugas Sadar Wisata, bagaimana masyarakat setempat dan masyarakat yang datang agar Sadar Wisata dengan prinsip-prinsip Sapta Pesona. Misalnya prinsip 'Kenangan' ini bisa masuk dalam keterampilan pemanduan yang identik dengan Pramuka," tutur Mari.

Ia menjelaskan pembinaan keterampilan bagi anggota Pramuka bisa saja berupa menjadi wirausaha di bidang pariwisata ataupun jasa seperti menjadi pemandu wisata.

"Pariwisata selain menyumbang ekonomi, pariwisata dan industri kreatif membangun karakter bangsa untuk cinta bangsa, bahwa keindahan alam, budaya, dan sejarah kita yang begitu kaya," ungkap Mari.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya | komentar

Kursus Pramuka Unnes Bentuk Karakter Mahasiswa

Selasa, 07 Februari 2012

JAKARTA - Masih ingatkah kamu dengan kegiatan Pramuka ketika duduk di bangku SD maupun SMP? Ternyata, kegiatan ini merupakan sangat berguna untuk mempersiapkan karakter para mahasiswa yang nantinya akan membina masyarakat.

Hal inilah yang dilakukan Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam membentuk karakter mahasiswa. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes Sutaryono mengungkapkan, kegiatan kepramukaan sejalan dengan visi Unnes sebagai universitas konservasi.

"Dalam hal ini, konservasi moral yang bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa. Kegiatan kepramukaan membentuk karakter mahasiswa sehingga kelak siap, mampu, dan layak membina masyarakat," Sutaryono seperti disitat dari situs Unnes, Senin (6/2/2012).

Ungkapan ini disampaikan Sutaryono dalam Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) angkatan I Kwarcab Kota Semarang. Sekira 500 peserta kursus tersebut akan mengikuti kegiatan di kampus PGSD Ngaliyan Semarang pada 5 hingga 9 Februari dan 11 Februari mendatang. Kegiatan ini, tambahnya, bertujuan meningkatkan mutu pembina pramuka mahir tingkat dasar dan membekali calon guru SD untuk menjadi pembina pramuka yang cakap.

“Unnes sangat mendukung kegiatan kepramukaan, terbukti dengan diadakannya sosialisasi Undang-undang Gerakan Pramuka yang dilakukan berbagai tokoh kepramukaan se-Indonesia, yang juga dihadiri Wapres dan Menpora beberapa waktu lalu di Unnes,” ujarnya.

Menurut Sutaryono, tidak hanya membentuk karakter mahasiswa, kewajiban tiap warga negara pun sejalan dengan kepramukaan. “Pengamalan Pancasila, kesadaran bahwa UUD 45 merupakan sumber hukum, persatuan tanah air, kecintaan dan penghormatan pada merah putih, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa,” katanya menjelaskan.

Dia berharap, kegiatan kepramukaan sebisa mungkin dibuat menarik dan menyenangkan agar menjadi daya tarik dan tidak semakin ditinggalkan. Padahal banyak yang dapat diperoleh melalui kegiatan tersebut. “Pramuka merupakan kegiatan yang berkarakter, di dalamnya akan ditempa fisik dan tekad yang kuat,” tutur Sutaryono.(mrg)(rhs)

Sumber : Okezone.com
Baca Selengkapnya | komentar

Anggota Pramuka Indonesia Terbesar Sedunia

Rabu, 01 Februari 2012

Jakarta - Raja Swedia, sekaligus Ketua Kehormatan World Scout Foundation, Carl Gustaf XVI, mengatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah anggota Pramuka terbesar di dunia. “Besarnya 21 juta orang," kata dia di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa 31 Januari 2012. Alasan jumlah penduduk itulah membuat Indonesia dipilih sebagai salah satu negara yang mendapatkan program bantuan Messengers of Peace.

Bantuan dalam bentuk uang sebesar US$ 500 ribu itu kemudian diberikan kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Kwarnas). Sebagai timbal baliknya Gerakan Pramuka berencana melibatkan 2 juta anggotanya sebagai Messengers of Peace di seluruh kwartir daerah.

Carl Gustaf XVI bersama Raja Abdullah dari Saudi Arabia membuat gagasan Messenger of Peace pada 2001. Messenger of Peace atau pembawa pesan perdamaian adalah gerakan damai untuk membantu masyarakat melalui gerakan pramuka. Program ini telah dilaksanakan di 110 negara dengan total sepuluh juta anggota. menurut Carl, pembawa pesan perdamaian adalah program berkelanjutan. Artinya tidak sekadar seremonial untuk tahun ini.

Di Indonesia Messengers of Peace akan diselenggarakan di beberapa kota melalui kwartir-kwartir di daerah.
1. Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta dengan program kebersihan Sungai Ciliwung.
2. Kwarda Gerakan Pramuka Banten dengan program berkebun tanaman hias.
3. Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah dengan program menanam pohon mangrove/bakau untuk kehidupan.
4. Kwarda Gerakan Pramuka DI Yogyakarta dengan program menjaga kelestarian budaya tradisional Yogyakarta dan Sanggar Pramuka.
5. Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur dengan program menanam terumbu karang.
6. Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat dengan program berkreasi dengan kerajinan bambu.
7. Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat dengan program belajar membordir untuk peningkatan taraf hidup.

INU KERTAPATI

Baca Selengkapnya | komentar

RAJA SWEDIA Berkunjung 3 Hari, Berikan Donasi US$5.000 Untuk Pramuka

Selasa, 31 Januari 2012

JAKARTA : Raja Swedia Carl XVI Gustaf berkunjung selama3 hari di Indonesia dan akan memberikan dana US$ 500.000 untuk program pramuka sebagai Messengers of Peace (Duta Perdamaian).

"Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kehormatan World Scout Foundation, Raja Swedia berkunjung dari 31 Januari - 2 Februari 2012 dan dijadwalkan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga pramuka utama," kata Azrul Azwar,Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Senin 30 Januari 2012.

Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Presiden akan memberikan Lencana Tunas Kencana kepada Yang Mulia Carl XVI Gustaf . Sejak kanak-kanak, dia memang aktif di organisasi Pramuka Swedia.

Pada 2001, Carl XVI Gustaf bersama Raja Saudi Arabia, Abdullah menggulirkan gagasan yang disebut Duta Perdamaian. Program kedua raja ini menginspirasi 10 juta anggota pramuka di 110 negara untuk menciptakan dunia yang lebih damai.

Selain itu membantu memecahkan hambatan di dalam masyarakat yang heterogen dan menyembuhkan luka yang terjadi di dalam komunitas.

Kunjungan singkat Raja Swedia juga akan dilakukan ke Yogyakarta untuk meninjau aktivitas Messenger of Peace di provinsi ini. Selain Yogyakarta, program Messenger of Peace dilaksanakan di tujuh provinsi lainnya.

Indonesia merupakan negara yang terbanyak melakukan program Messenger of Peace. Hal ini terkait dengan jumlah anggota pramuka di Tanah Air yang mencapai 21 juta orang terbanyak di dunia.

Lewat program ini, Gerakan Pramuka berencana melibatkan dua juta anggotanya sebagai Duta Perdamaian. Sejak berdiri 50 tahun lalu, Gerakan Pramuka telah berperan dalam pembangunan nasional dan terlibat dalam membantu masyarakat yang terkena bencana alam.

Peranan pramuka terutama ketika terjadi krisis moneter tahun 1997, Kwartir Nasional membentuk Satuan Tugas Pramuka Peduli.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan kementrian lain melibatkan anggota pramuka dalam program pemberdayaan masyarakat.

Kepedulian lain ditunjukkan pada saat terjadi bencana alam yang melanda berbagai daerah. Beberapa hari setelah gempa dan tsunami melanda Nanggroe Aceh Darussalam (Desember 2004), Gerakan Pramuka menerjunkan 300 anggotanya untuk mengevakuasi jenazah dan mengelola lokasi pengungsian.

"Selama 2 bulan mereka berada di sana. Setahun kemudian Kwartir Nasional mengadakan Community Development Camp di Aceh yang diikuti 3000 pramuka dari seluruh Indonesia," jelas Azrul Azwar.

Di Yogyakarta terbentuk komunitas anggota pramuka yang selalu membantu warga ketika terjadi letusan Gunung Merapi. Satuan Tugas Pramuka Peduli atau Brigade Penolong juga terdapat di beberapa kwartir daerah.

"Pada Kwartir Nasional periode 2008-2013, mulai ada Wakil Ketua Kwartir Nasional bidang Pengabdian masyarakat dan Siaga Bencana," tambahnya.

John Geoghegan, Direktur World Scout Foundation mengungkapkan kerja dari kaum muda ini luar biasad an gerakan Pramuka telah mengadakan kegiatan yang membuat kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik.

"Terkesan dengan prestasi pramuka itulah Raja Swedia memotivasi diri untuk berkunjung ke Indonesia,".(bas)

Baca Selengkapnya | komentar (2)

Diundang Pramuka, Raja Swedia Kunjungi Indonesia

Jakarta - Raja Swedia akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Ia datang untuk memenuhi undangan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai Ketua World Scout Foundation.

Raja Y. M. Carl XVI Gustav akan tiba di Indonesia hari ini, Senin (30/1/2012). Esok harinya, ia akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka.

“Pertemuan antara Presiden RI dengan Raja Swedia selaku Chief Scout dari masing-masing negara diharapkan akan mempererat jejaring kepramukaan antara kedua negara," Kata Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, dalam rilisnya kepada wartawan, Senin (30/1/2012).

Pada kunjungan kehormatan, Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka akan menganugerahkan Lencana Tunas Kencana kepada Raja Swedia. Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang berjasa memberikan bimbingan, dukungan dan bantuan yang amat besar bagi perkembangan gerakan pramuka di Indonesia.

Raja Swedia juga dijadwalkan untuk meletakkan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta serta mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah. Selain itu, ia akan menghadiri sejumlah acara Gerakan Pramuka di Cibubur, Jakarta, dan Yogyakarta.

World Scout Foundation adalah organisasi internasional yang membantu pertumbuhan dan perkembangan kepramukaan di seluruh dunia dengan menyediakan dukungan keuangan untuk Organisasi Dunia Gerakan Pramuka. Organisasi ini berinvestasi secara permanen melalui sumbangan modal dari individu, yayasan, korporasi, pemerintah, dan dari anggota Gerakan Pramuka yang ingin membantu kaum muda belajar nilai-nilai positif dan menjadi pemimpin masa depan.

Baca Selengkapnya | komentar

30 Anggota Pramuka ke Ajang Nasional

Selasa, 17 Januari 2012

JAKARTA- Sebanyak 30 anggota Praja Muda Karana (Pramuka) SMP Islam Terpadu Nurul Ilmi mengikuti kemah nasional ke-2 Pramuka khusus untuk Sekolah Islam Terpadu, Rabu (11/1) dan Kamis (12/1) lalu di perkemahan Cibubur, Jakarta. SMP Nurul Ilmi yang terpilih mewaliki Kukar menurunkan 2 regu putra dan 1 regu putri dengan 4 pendamping guru putra dan 1 pendamping guru putri.
Kepala SMP IT Nurul Ilmi Untung saat ditemui mengaku sangat antusias dengan acara perkemahan yang diadakan setiap 3 tahun sekali itu. Menurutnya, kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan yang luas kepada para siswa, karena di ajang ini selain berkemah peserta juga mendapat kesempatan mengunjungi museum nasional.
Juga mengembangkan bakat dengan beberapa permainan seperti roket air, robotik, pinball, dan masih banyak kegiatan yang memicu daya kembang anak-anak, serta berbagi pengalaman dengan pramuka-pramuka lainnya dari seluruh Indonesia. “Tak lupa bimbingan akhlak juga diutamakan,” ujar Untung yang sekaligus pimpinan rombongan Pramuka Kukar.
Menurut dia, kebetulan dari Kukar khususnya Kecamatan Tenggarong, SD IT dan SMP IT Nurul Ilmi yang diberi kesempatan mewakili mengikuti ajang nasional tersebut. Untung berharap agenda ini dapat menambah kepercayaan diri bagi siswa untuk lebih mandiri, memiliki akhlak yang mulia, serta berwawasan luas.
Menurut dia, program tiga tahunan ini sudah dipersiapkan sekitar 1,5 tahun lalu, baik pendanaan, fisik, mental, materi dan lainya agar siap bersaing dengan tim-tim lain dari seluruh Indonesia. Pada kesempatan itu, Kukar mampu menunjukkan anggota pramuka yang tangkas dan cekatan, juga saleh dan salehah. (hmp09)

Baca Selengkapnya | komentar

Indonesia Gelar Outbound Pramuka Berkebutuhan Khusus

Kamis, 03 November 2011

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar outbond bagi anak-anak Pramuka berkebutuhan khusus di Kompleks Sari Ater, Subang, Jawa Barat, 8-11 November 2011. Kegiatan ini juga mengundang peserta dari mancanegara, di antaranya dari Australia, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Selandia Baru, Banglades, Jepang, dan Pakistan.

Peserta dari dalam negeri meliputi siswa tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Tiap provinsi mengirim lima siswa dan satu pendamping.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemdikbud, Mudjito menjelaskan, outbond bagi siswa berkebutuhan khusus ini mengedepankan pendidikan karakter dengan model pembelajaran di luar sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik. "Anak-anak berkebutuhan khusus ini pun perlu suasana pendidikan yang menarik, menyenangkan dan menantang, sehingga mereka mampu meningkatkan kepercayaan dan kompetensi diri," kata Mudjito, Senin (31/10/2011).

Kegiatan outbond ini, menurut Mudjito, merupakan salah satu bentuk pembelajaran pendidikan karakter untuk memaksimalkan kemampuan penginderaan anak-anak berkebutuhan khusus. Selain itu, berguna untuk melatih keberanian dan ketahanan mental dan fisik mereka, serta memupuk sikap toleransi dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat di lingkungannya.

Desi Apriani dari Kwarnas Gerakan Pramuka mengatakan, kegiatan Pramuka bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini untuk memberi pendidikan karakter bangsa melalui metode kepramukaan seperti permainan dan nyanyian yang menyenangkan. "Anak-anak ini belajar bertoleransi dengan perbedaan satu sama lain. Mereka belajar budaya bangsa dari peserta lain melalui permainan-permainan yang menyenangkan, dalam bentuk pentas seni dan karnaval dengan pakaian daerah atau masing-masing negara," tutur Desi.

Sumber : n

Baca Selengkapnya | komentar

Masyarakat Dapat Bentuk Satuan Komunitas Pramuka

Selasa, 20 September 2011

TEMPO Interaktif, Jakarta - Staf Ahli Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Amran Razak menjelaskan lahirnya Undang-Undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010 telah memberikan semangat luar biasa kepada bangsa dan negara, khususnya kepada anggota pramuka. "Konsekwensinya pengurus Gerakan Pramuka harus lebih pro-aktif dan terbuka menerima anggota-anggota baru yang ingin mengabdi," ujar Amran, staf ahli bidang revitalisasi kepramukaan, saat membuka Rapat Kerja Gerakan Pramuka 2011 di Jakarta, hari ini.

Akhir tahun lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani undang-undang tersebut. Di dalamnya ada aturan soal gugus depan yang berbasis pendidikan dan satuan komunitas (Sako). Satuan komunitas ini dapat dibentuk dimana saja berdasarkan pertimbangan wilayah, agama, profesi, dan kelompok lain yang selama ini belum masuk di dalam Gerakan Pramuka. Hizbul Wathan, Pandu Keadilan dan Pandu Katholik misalnya, dapat membentuk satuan komunitas.

Menurut Amran, kelompok-kelompok tersebut diberi ruang oleh Undang-Undang Gerakan Pramuka untuk membuat gugus depan secara mandiri dan bebas di bawah naungan kwartir ranting hingga nasional. "Dengan membawa semangat satu pramuka untuk satu Indonesia, satu pramuka untuk satu merah putih," kata Amran, Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin.

Untuk mendukung pengembangan organisasi, pemerintah -- kata Amran -- akan membangun fasilitas kantor bagi kwartir cabang pramuka (tingkat kabupaten/kota) yang belum memiliki. Dia akan mensinergikan persoalan ini dengan pemerintah daerah.

Untuk menyosialisasikan undang-undang yang baru, Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga akan mengadakan acara di Universitas Negeri Semarang, pada 25-27 Maret 2011. "Ini sosialisasi awal," kata Amran yang pernah menjadi Ketua Dewan Racana Pramuka Pandega Gugus Depan Universitas Hasanudin.

Rencananya, acara akan dibuka Wakil Presiden Boediono. Peserta yang diundang adalah seluruh ketua kwartir daerah, kwartir cabang, dinas kepemudaan dan olahraga di Tanah Air. Lalu utusan perguruan tinggi dan unsur sekolah. Akan ada pula seminar dan Perkemahan Jumat, Sabtu-Minggu bagi pramuka penegak.

UNTUNG WIDYANTO

Sumber : Tempo Interaktif
Baca Selengkapnya | komentar (1)

'5 Elang' : Petualangan Seru Laskar Penggalang

Jumat, 09 September 2011

Jakarta - Banyak keluhan dialamatkan pada film-film anak-anak Indonesia. Sebagian dari film-film itu memang tokoh utamanya anak-anak, tapi sesungguhnya punya logika cerita yang hanya bisa dipahami orang dewasa. Film '5 Elang' garapan Rudi Soedjarwo ini adalah pengecualian.

Film berdurasi 88 menit ini berkisah tentang persahabatan lima orang yang terlibat dalam perkemahan pramuka. Baron (Christoffer Nelwan) adalah anak Jakarta yang kaya dan maniak mainan mobil RC. Ia harus ikut orang tuanya yang pindah ke Balikpapan.

Di sana, dia harus beradaptasi dengan “anak daerah”. Masalahnya, sekolah barunya itu sedang ada persiapan untuk perkemahan pramuka—sesuatu yang dianggap kurang oke oleh banyak anak, dibandingkan dengan games atau permainan kontemporer lainnya.

Perkenalannya dengan Rusdi (Iqbal D Ramadhan), seorang penggalang yang supel dan selalu optimis, membuat Baron terjebak untuk bergabung dengan regu pramuka, yang memang sedang kekurangan anggota itu. Orang tua Baron pun setuju.

Tentu Baron makin malas, karena ia punya rencana lama untuk liburan ke Jakarta dan bertanding RC. Namun, begitu ia tahu ada pameran RC dari Jepang yang lokasinya tak jauh dari bumi perkemahan, ia pun mau ikut berkemah.

Maka kita pun masuk ke dalam dunia pramuka dan perkemahan, lengkap dengan segala permainan dan perlombaannya. Pemenangnya akan menjadi Pramuka Utama dan menjadi wakil Kalimantan Timur untuk Jambore Nasional, sebuah ajang puncak gerakan ini.

Selain Baron yang ahli elektronik dan Rusdi yang punya jiwa kepemimpinan, adan si gempal Anton (Teuku Rizki) yang ahli perapian dan si tengil Aldi (Bastian Bintang) yang temperamental dan naksir salah seorang peserta wanita di sana.

Seperti lazimnya Pramuka, regu pria dinamai dengan nama binantang, dan regu putri dengan nama bunga dan tumbuhan. Dan keterampilan tali-temali, berbagai sandi, dan morse pun hadir di sini, di samping lomba fisik seperti tarik tambang. Salah satu anggota di regu putri itu adalah Sindai (Monica Sayangbati) yang bertenaga kuat dan dimanfaatkan oleh rekan-rekannya yang tak mau kerja.

Saat lomba mencari jejak, anggota regu itu tercerai-berai. Dan, bahaya pun mengintai: Tim Elang yang sudah tak kompak itu harus berhadapan dengan para begundal pencuri kayu dan satwa liar pimpinan Arip Jagau, di samping harus mengendalikan diri dari rasa takut terhadap penghuni hutan itu. Berhasilkah tim Elang memenangkan pertandingan dan menjadi Pramuka Utama?

Film ini menarik, karena pertama, membuat penonton dewasa mengenang lagi masa-masa mudanya waktu SD, ketika Pramuka diwajibkan. Berbagai macam aktivitas khas Pramuka dihadirkan lagi di sini. Ini memang untuk menyambut 50 tahun Kwartir Nasional—karena itu Ketua Kwartir Nasional Prof Dr dr Azrul Azwar, MPH menjadi salah satu produser eksekutif. Film produksi bersama SBO Films, Indika Pictures dan Kwarnas Gerakan Pramuka ini menjadi natural karena melibatkan 1000 figuran anak Pramuka di dalamnya.

Kedua, film ini mengambil lokasi di luar Jakarta, tepatnya di Balikpapan, dan ini penting mengingat sangat sedikit representasi non-Jakarta dan non-Jawa dalam perfilman Indonesia. Ketiga, film ini cocok untuk penonton anak-anak, sesuatu yang sungguh jarang. Ini karena sang sutradara Rudi Soedjarwo membuat film ini, seperti pernyataannya dalam sebuah wawancara, “seperti membuat film untuk anak saya”.

Keempat, skenario digarap oleh Salman Aristo—yang di sini juga sebagai salah satu produser --yang berpengalaman menggarap film anak-anak semacam 'Garuda Di Dadaku' dan 'Laskar Pelangi'. Ia menggunakan rumus tiga babak yang biasa dilakukan film arus-utama Hollywood: perkenalan para karakter utama di awal cerita, ada konflik yang menyebabkan ikatan dan hubungan kimiawi antar anggota grup makin melemah atau sebaliknya mengental, dan terakhir penyelesaian.

Semua itu dibumbui dengan adegan-adegan a la McGyver yang mengingatkan kita pada 'Home Alone', hal yang acap berhasil menghibur. Juga, perkembangan dan perubahan karakter tokoh-tokohnya terasa enak ditonton. Jadinya adalah film formulaik yang asyik untuk dinikmati anak-anak dan juga orang dewasa yang mendampinginya.

Maka inilah kisah petualangan dan seluk-beluk persahabatan antara lima Penggalang Pramuka. Tepuk Pramuka!

(mmu/mmu)

Baca Selengkapnya | komentar (4)

SBY: Film Lima Elang Cara Terbaik Perkenalkan Pramuka

Kamis, 08 September 2011

Jakarta - Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono menyaksikan film mengenai Pramuka yang berjudul 'Lima Elang'. SBY pun menilai film ini positif karena memperkenalkan Pramuka kepada anak-anak Indonesia.

SBY beserta rombongan tiba di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, sejak pukul 17.00 WIB, Kamis (8/9/2011). Tampak di dalam rombongan tersebut adalah Ny Ani Yudhoyono, Agus Harimurti dan Eddy Bhaskoro, serta menantunya Anissa Pohan dan sang cucu Almira.

Turut hadir pula Menpora Andi Malangrangeng dan Menbudpar Jero Wacik bersama istri, serta para pengurus Kwartir Nasional Pramuka. Tentu saja para pemeran utama film garapan sutradara Rudy Soedjarwo yang semuanya anak-anak.

Seusai menyaksikan film yang dibuat sebagai bagian peringatan 50 tahun Gerakan Pramuka ini, SBY pun menyatakan pujiannya. Menurutnya, film Lima Elang memberikan banyak nilai positif.

"Saya ingin film ini bisa memotivasi, memberi inspirasi pada anak-anak kita. Seperti ini cara yang paling baik, memperkenalkan Pramuka dan juga untuk mengajak mereka bergabung ke Pramuka," ujar SBY kepada wartawan.

Menurut SBY, film ini mampu memperkenalkan Pramuka kepada anak-anak Indonesia. Selain itu, juga membantu membangun karakter baik bagi anak-anak.

"Pramuka itu penting untuk pendidikan watak, kemudian keterampilan, keberanian, kemudian jelajah medan. Saya ingin generasi muda yang ada, di samping cerdas, tapi juga berkarakter bagus," tuturnya.

Dikutip dari situs 21Cineplex, film 'Lima Elang' yang diproduksi Indika Pictures ini bercerita tentang petualangan 5 anak yang tengah mengikuti perkemahan Pramuka di suatu hutan. Mereka mengawali petualangan menjelajahi hutan di saat 2 orang dari mereka diculik oleh komplotan penebang hutan liar. Dengan berani, anak-anak tersebut berusaha menolong dua sahabatnya yang diculik.
(nvc/lh)

Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka pun Turun Tangan

Jumat, 26 Agustus 2011

JAKARTA, KOMPAS.com -- Haris (25) dan Adjie (24), bergegas menyusuri ruang sempit di sela himpitan bus-bus besar yang terparkir di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2011). Terik yang memanggang siang itu tak menyurutkan semangat mereka membantu satu keluarga pemudik yang kebingungan mencari bus tujuan mereka.


"Bis tujuan Cilacap di sebelah sana, Pak. Mari saya antar," kata Haris.


Sebuah tas hitam besar milik si bapak yang akan mudik bersama istri dan seorang anaknya pun dengan sigap diangkut oleh Adjie. Setelah berjalan sekitar 100 meter, mereka pun tiba di pangkalan bus jurusan yang dimaksud. Sayang, bus itu belum datang dan keluarga itu harus menunggu.


"Bapak tunggu di sini saja. Nanti bus jurusan Cilacap berangkat dari sini," ujar Adjie.


Sejurus kemudian, Adjie dan Haris telah bergegas lagi mengatur arus lalu lintas bus yang akan keluar dari terminal.


Adjie dan Haris merupakan dua anggota Pramuka yang menjadi relawan dalam membantu pemudik di Terminal Bus Pulogadung. Penampilan mereka sangat mencolok di tengah hiruk-pikuk terminal, yakni berseragam coklat lengkap khas Pramuka serta ditambah lagi dengan topi dan rompi berwarna ungu. Kehadiran mereka di sana hanya memiliki satu tujuan, yakni membantu para pemudik, mulai dari memberi informasi jurusan bus, jam berangkat bus, mengangkat barang-barang pemudik, hingga memberitahu lokasi toilet terdekat.


Tidak ada bayaran bagi keduanya untuk pekerjaan itu. Mereka sepenuhnya bertugas dengan kerelaan sebagai anggota Pramuka dalam rangka Pramuka Peduli Lebaran Kwartir Daerah DKI Jakarta.


Khusus di terminal Pulogadung, terdapat 13 anggota Pramuka seperti Adjie dan Haris yang diturunkan untuk membantu pemudik mulai H-5 Lebaran, Kamis ini hingga sehari sebelum Lebaran. Mereka melengkapi berbagai unsur lain yang juga bertugas menyukseskan arus mudik tahun ini seperti polisi, dinas perhubungan, dan petugas kesehatan.


"Saya memang suka menolong orang. Jadi saya mau bergabung di kegiatan ini," kata Haris yang bernama belakang Fadillah ini.


Pramuka Penegak Pandega asal Kecamatan Cakung itu baru sekali ini ikut kegiatan membantu pemudik. Demikian pula Adjie. Ini merupakan pengalaman pertamanya.


Namun, tidak sembarangan Pramuka bisa ikut kegiatan ini. Untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik, para Pramuka ini harus mengikuti orientasi lapangan selama beberapa hari untuk mengenal "medan" Terminal Pulogadung. Mereka harus mengetahui setiap sudut terminal dan segala informasi yang sekiranya dibutuhkan penumpang.


"Setelah itu, baru kami bisa turun ke lapangan," kata Adjie.


Jadi, para calon pemudik di Pulogadung tak perlu bingung dan takut lagi. Cukup datangi para Pramuka bertopi dan rompi ungu, niscaya mereka akan siap membantu. Salam Pramuka!


Sumber : Kompas.com
Baca Selengkapnya | komentar

Anggota Pramuka Peduli Lebaran Ikut Kegiatan dengan Sukarela

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagian besar anggota pramuka yang tergabung dalam kegiatan Pramuka Peduli Lebaran 2011 merupakan pemuda berumur rata-rata 16 tahun. Tak disangka mereka melakukan kegiatan ini dengan sukarela tanpa paksaan.
Menurut Saiko Damai, Ketua Bagian Humas Pramuka mengatakan bahwa seluruh anggota pramuka yang tergabung dalam kegiatan Pramuka Peduli Lebaran ini diwajiban atau tidak ada unsur paksaan.
"Mereka iklas melakukan kegiatan kepramukaan dalam rangka melancarkan arus mudik lebaran. Mereka melakukannya dengan sukarela," Ujar Saiko saat ditemui pada hari Kamis (25/8/2011).
Dalam upacara pun para anggota pramuka yang mengikuti upacara pencanangan Pramuka Peduli Lebaran 2011 mengikuti dengan penuh rasa antusias.


Sumber : TRIBUNNEWS.COM
Baca Selengkapnya | komentar

Menpora: Pramuka Harus Siap di Garis Depan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di sela-sela pidatonya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng memberikan dukungan moril pada anggota pramuka yang siap membantu arus mudik lebaran 2011.


"Bagi yang betugas di arus mudik tahun ini harus siap membantu warga yang mudik. Pramuka harus siap di garis depan," Ujar Andi dalam upacara 'Pencanangan Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran 2011' yang diselenggarakan di stasiun Gambir kamis (25/8/2011).
Andi juga mengatakan tujuan dari diselnggarakan kegiatan ini diperuntukan untuk membina karakter para pemuda-pemudi dalam kegiatan kemanusiaan.


Kegiatan aksi pramuka peduli lebaran ini juga untuk memperingati ke 50 Tahun gerakan pramuka di Indonesia yang jatuh pada tanggal 14 Agustus lalu.


Baca Selengkapnya | komentar

Menpora Canangan Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran 2011

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah besar pasukan berseragam coklat ini memenuhi pintu khusus Stasiun Gambir untuk melakukan upacara pencanangan 'pramuka peduli lebaran 2011' yang akan diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng pada hari Kamis (25/8/2011).


Kehadiran Andi Malarangeng dalam upacara pencanangan pramuka peduli lebaran ini untuk meresmikan dan melepas para anggota yang ditugaskan dalam pos-pos yang ditentukan.


Pos pramuka peduli lebaran telah tersebar di 4 terminal utama seperti Terminal Lebak Bulus, Kampung Rambutan, Pulo Gadung, dan Kalideres. Untuk Stasiun pos baru diadakan di Stasiun Gambir dan Senen. Selain di terminal dan stasiun, anggota pramuka sudah melakukan pekerjaannya di bandara Soekarno Hatta.


Setiap pos dijaga sekitar 12 sampai 18 Anggota pramuka yang siap memberikan bantuan bagi pemudik yang membutuhkan bantuan.


Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka Bantu Polisi Amankan Lebaran 2011

Rabu, 24 Agustus 2011

Liputan6.com, Jakarta: Puluhan Praja Muda Karana atau yang sering dikenal Pramuka ikut bersiaga dan membantu polisi menjaga situasi keamanan di Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur, Selasa (23/8). Mereka berasal dari sekolah-sekolah berbeda di wilayah Jaktim. Antara lain dari SMK Yamas, SMK PGRI 1, SMK Pusaka, SMK 10 November.



Fitriah, siswi Kelas 3 SMK Yamas Jaktim mengatakan, dirinya bersama teman-teman yang tergabung dalam Satuan Karya Pramuka Bhayangkara mengaku sangat senang. Ia pun bersyukur atas tugasnya yang mulia kali ini. Lantaran dia beserta teman-teman yang lain bisa ikut berpartisipasi membantu kelancaran arus mudik Lebaran kali ini.



"Alhamdulillahnya kita senang, karena kita juga bisa membantu sesama ya dalam lebaran kali ini," ucapnya kepada liputan6.com saat ditemui di Terminal Pinang Ranti, Selasa (23/8).



Rencananya, para prajurit Pramuka akan mulai bekerja dan membantu keamanan arus mudik selama 14 hari. Terhitung mulai hari ini hingga tujuh hari setelah Lebaran. Prosesnya diatur dengan format roling atau saling ganti selama dua hari sekali dalam tugas. "Baru pagi ini, rencananya sampe H plus lebaran. Jadi 14 hari, roling dua hari sekali," ungkap Fitriah.



Dilokasi yang sama, Aipda Roman yang merupakan anggota kepolisian yang sering bertugas di Polsek Makasar, Jaktim, ini juga menyatakan gembira atas bantuan keamanan yang juga melibatkan para Pramuka. Lantaran menurut dia, hal tersebut membuktikan masyarakat dan sekolah sangat ingin membantu polisi mengamankan Lebaran kali ini.



"Alhamdulillah, karena masyarakat dan sekolah ini ikut membantu ya. Dan ini sifatnya hanya diperbantukan saja, dan sepertinya setiap tahun juga ada pramukanya," tutur Roman. (AIS)
Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka Dirgantara Isi Pameran di Tasik

Selasa, 23 Agustus 2011

JAKARTA, KOMPAS.com- Pramuka Saka Dirgantara Pangkalan Udara (Lanud) Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat mengikuti pameran di Dadaha, Rabu-Minggu (18-21/8/2011). Kegiatan yang diadakan oleh Kwarcab (DKC) Pramuka Kota Tasikmalaya itu diselenggarakan dalam rangka Gema Ramadhan 2011.


Dalam siaran pers Dinas Penerangan Laund Wiriadinata disebutkan, Lomba dan pameran yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dr. Endang Suhandar, M pd, diikuti oleh peserta pramuka mulai tingkat siaga, penggalang dan penegak se-kota Tasikmalaya.


Menurut koordinator Stand Saka Dirgantara Lanud Wiriadinata Lettu (Lek) Agus Nugroho, keiikutsertaan Stand Pramuka Saka Dirgantara pada pameran ini adalah untuk memperkenalkan TNI AU dan aeromodelling kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda agar mereka tertarik menjadi anggota TNI AU atau menyukai olah raga kedirgantaraan.


Untuk pameran stand Saka Dirgantara kali ini ditampilkan berbagai jenis pesawat aeromodelling seperti Heli Radio Control (RC), Formosa, OHLG, Time Rist dan replika pesawat tempur.


Selain pameran, juga dilaksanakan berbagai lomba antara lain fashion show, lomba mewarnai, MSQ ( Musabaqah Sarhil Qur'AN ), LLI ( lomba lagu Islam ) dan sajak Sunda. Motto Gema Ramadhan 2011 adalah "Menggali potensi, meniti Prestasi dan menggapai ridho Illahi. (*)


Sumber : Kompas.com
Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka Lebih Seru daripada Facebook-an?

Selasa, 16 Agustus 2011

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sutradara Rudi Soedjarwo kembali menghadirkan sebuah film dengan kisah persahabatan. Setelah film 9 Naga, bersama Shanty Harmayn, Salman Aristo, Kemal Arsjad, yang bertindak sebagai produser, ia menyuguhkan kisah itu lewat film 5 Elang.


Alkisah, Baron, bocah asal Metropolitan itu, sangat kesal ketika harus mengikuti orangtuanya, yang ditugaskan ke Kalimantan Timur. Keputusan itu membuatnya menutup diri. Namun, karena suatu hal ia pun diminta pihak sekolah untuk ikut ambil bagian dalam sebuah kegiatan kepramukaan. Awalnya, ia tak begiu tertarik dan memilih permainan balap mobil-mobilan RC (rally car) sebagai mainan utamanya, kini mulai dia tinggalkan.


Dari kegiatan itu, ternyata ia bisa menemukan sahabat baru dan berpetualang bersama menggali ide kreatif melebih dari hanya sekadar asyik sendiri memegang remote control.


Petualangan demi petualangan yang memacu adrenalin bocah-bocah hadir di acara kegiatan perkemahan itu disuguhkan Rudi begitu apik.


Film bergenre keluarga produksi SBO Films bekerjasama dengan KG (Kompas Gramedia) Production, Majalah Bobo, Indika Picture, dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini rencana tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Agustus 2011. Grup 5 Elang memang kompak, tak hanya saat produksi film, namun juga dalam kehidupan sehari-hari.


Dari kelima elang--Christoffer Nelwan (Baron), Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan (Rusdi), Teuku Rizky Muhammad (Anton), Bastian Bintang Simbolon (Aldi), dan Monica Sayangbati (Sindai)--hanya Monica yang sebelumnya pernah mengenyam proses shooting.


Keempat sisanya baru pertama kali ini lewat film 5 Elang beradu akting. Kelimanya masih anak-anak, mengenyam pendidikan sekolah dari SD sampai SMP. Masihkah Anda ingat, ketika zaman-zamannya duduk di bangku SD-SMP dulu, setidaknya kegiatan pramuka merupakan salah satu aktivitas yang wajib dilakukan, berbeda dengan sekarang.


"Jujur saya belum pernah, sekolah memang nggak ada pramukanya. Sempet nggak tahu ada pramuka, he-he-he," papar Christoffer, saat jumpa pers di kawasan Thamrin, Jakarta, beberapa saat lalu. Begitu pula dengan Monica yang menjawab serupa dengan Christoffer. "Jujur, memang ikut pramuka di sekolah," lanjut Iqbaal yang berperan sebagai Rusdi, si maniak pramuka.


Berlainan dengan Christoffer dan Monica, Iqbaal bersama dengan Teuku mengikuti kegiatan pramuka secara rutin di sekolahnya. Namun tidak dengan Bastian, meski di sekolah ada pramuka, dirinya dengan polos menerangkan, "Latihan di sekolahnya suka nggak ikut, he-he-he".


Pengakuan-pengakuan seperti inilah menjadi cikal-bakal pengelolaan hidup-mati pramuka di masa mendatang. Seperti dikatakan oleh Kodrat Pramudho, Wakil Ketua Kwarnas Pramuka Bidang Humas dan Informatika, peringatan usia emas gerakan pramuka disatukan oleh Soekarno tahun 2011 ini seolah mendapat kenyataan dilematis perihal eksistensi pramuka.


Meski sekarang anggota pramuka di Indonesia terbanyak di dunia, sebanyak 22 juta orang, apakah benar semangat berpramuka seindah dengan jutaan angka pengikutnya? "Karenanya lewat film ini, harapannya pramuka menjadi semakin mandiri. Dalam rangka lima puluh tahun, semoga pramuka semakin dipahami betul oleh masyarakat. Gerakan pramuka mendidik kaum muda berkarakter, cinta tanah air, berketerampilan," tutur Kak Kodrat.


"Pramuka ternyata nggak sebosan yang dibayangkan. Pramuka juga bersosialisasi juga," timpal Christoffer yang mengaku bahwa dirinya baru pertama kali terlibat pramuka saat shooting film 5 Elang. Bahkan, Bastian yang jarang ikut pramuka di sekolahnya meresponnya balik dengan celetukan, "Pramuka itu lebih seru daripada facebook-an".


Pendidikan pramuka memang mendapatkan tantangan besar di usia emasnya berkaitan dengan eksistensinya. Padahal, pramuka sendiri sudah ada cikal bakalnya di Indonesia hampir seratus tahun lalu ketika pertama ada di tahun 1912. Pramuka memang tak seasyik menjadi populer lewat facebook, twitter atau wadah kontak sosial di ruang maya lainnya.


Tapi, lewat pramuka, wadah ruang gerak ranah sosial menjadi lebih terbuka berupa kontak antarmanusia secara langsung dengan mengedepankan pendidikan berkarakter (kejujuran, kerjasama tim, berorganisasi, empati, pengorbanan), dan berketrampilan (menuangkan ide kreatif melalui materi objek), plus cinta tanah air (lebih peka terhadap beragam permasalahan sosial di lingkungan sekitar).


Sumber : Kompas.com
Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka Bentuk Kaum Muda Berkarakter Kuat

Jakarta, Kompas - Gerakan Pramuka tetap relevan sepanjang zaman untuk mencetak generasi muda Indonesia yang berkarakter kuat. Untuk itu, revitalisasi gerakan Pramuka yang telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir harus mampu memperbaiki citra dan kinerja Pramuka.


”Pramuka jadi pilar penting dalam sistem pendidikan nasional yang perlu diajarkan kepada kaum muda dan menarik seluruh elemen masyarakat menuju cita-cita bangsa yang mulia,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam peringatan HUT ke-50 Pramuka Indonesia di kompleks Pusdiklatnas Pramuka di Cibubur, Jakarta, Minggu (14/8).


Peringatan HUT Pramuka Indonesia ini bertema ”Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia” dengan subtema ”Pramuka Penyelamat Generasi Muda”. Kegiatan itu dihadiri antara lain Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, dan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh.


Presiden mengatakan, Pramuka diperlukan sebagai sarana pembelajaran dan menyiapkan pemimpin masa depan yang mempunyai watak mulia. Karena itu, Pramuka harus dapat membuat terobosan dan inovasi untuk menciptakan kegiatan Pramuka yang berbobot dan berkualitas.


Presiden menekankan agar peringatan setengah abad gerakan Pramuka Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan peran dan aktivitas gerakan Pramuka membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, berdaya saing, berkarakter, dan jati diri yang kukuh.


Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengatakan, dengan revitalisasi gerakan Pramuka lima tahun lalu, kegiatan Pramuka mulai semarak kembali. Ada sekitar 230.000 gugus depan dan 22 juta anggota Pramuka di Indonesia.


Azwar mengatakan, berbagai kegiatan memajukan Pramuka dilakukan. Perbaikan metode dan pendidikan Pramuka sudah dijalankan. Kegiatan Pramuka yang awalnya banyak berbasis sekolah kini terus dikembangkan dengan Pramuka berbasis komunitas.


Pada kesempatan itu, Presiden menyerahkan penghargaan Lencana Melati, antara lain kepada Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo selaku Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Bhayangkara Tingkat Nasional, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Lencana Darma Bakti antara lain diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. (ElN/WHY)


Sumber : Kompas.com
Baca Selengkapnya | komentar

SBY: Pramuka Harus Punya Daya Saing yang Tangguh

Senin, 15 Agustus 2011

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Pramuka ke-50 rahun yang dilangsungkan hari ini, Minggu (14/8/2011), di lapangan Gajah Mada, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.
SBY berharap, tema besar peringatan Hari Pramuka ke-50, yaitu "Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia," dan dengan sub tema "Pramuka Penyelamat Generasi Muda" dengan motto "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan", dapat dijadikan momentum untuk menumbuhkan karakter yang kuat dan berakhlak mulia pada seluruh generasi muda.
"Semoga peringatan setengah abad gerakan Pramuka ini dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan bakat dan peran dalam membangun tunas muda yang berahklak mulia, kuat dan mempunyai daya saing yang tangguh," kata SBY, yang juga tercatat sebagai anggota Pramuka Utama ini.
Dalam pidatonya, SBY menyampaikan gerakan Pramuka lahir sebagai satu-satunya organisasi yang mengedepankan budi pekerti mulia, semangat pratriotik dan bela negara. Ia menambahkan, sejarah telah mencatat dalam tinta emas, akan peran penting Pramuka sejak zaman kolonial hingga saat ini.
Dalam era pembangunan, sambungnya, gerakan Pramuka selalu mengambil tema besar untuk membangun pendidikan karakter. Menurutnya, Pramuka selalu relevan dengan perkembangan jaman dan memeiliki peran konstruksi untuk mencetak generasi muda yang berahklak mulia, kuat dan mempunyai daya saing yang tangguh.
"Kenapa pendidikan karakter sangat penting? Negara kita yang luas didirikan dengan pengorbanan besar para pendahulu kita. Hanya karakter yang mampu mengikat keragaman ini dengan rasa, paham dan semangat kebangsaan," ujarnya.
Ia menambahkan, bangsa Indonesia dapat tegak berdiri karena memiliki karakter pejuang dan tidak kenal kata menyerah. Baik itu ketika melawan penjajah, melawan kemiskinan, bangkit dari bencana alam dan lain sebagainya.
"Meskipun selalu ada tantangan, kita selalu teguh bersatu," katanya.
Ia juga mengingatkan, sesungguhnya Indonesia adalah bangsa yang berbudi luhur, ramah, toleran dan penuh tenggang rasa dalam hubungan bernegara. "Itulah karakter tinggi yang harus kita gelorakan, kita jaga dan tidak boleh berubah serta mengalami erosi," tandasnya.
Untuk itu, sambungnya, Presiden mengatakan, dirinya mendorong agar Pramuka melakukan revitalisasi. Melalui revitalisasi, diharapkan dapat meningkatkan fungsi dan eksistensi untuk mencetak para anggotanya agar lebih berkualitas. Menurutnya, banyak dukungan dan sumbangan dari pemerintah untuk mendorong revitalisasi Pramuka tersebut.
"Mari kita manfaatkan organisasi dan manajemen Pramuka. Ciptakan terobosan dan variasi untuk menciptakan program dan kedepankan materi semangat bela negara," pungkasnya.(kcm)


Baca Selengkapnya | komentar

Gabung Yuk...!!

 
Support : Copyright © 2011. Radar Pramuka - All Rights Reserved
Powered by Blogger
;