Tampilkan postingan dengan label Sumatera Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Selatan. Tampilkan semua postingan

Bentuk Pramuka di Pedesaan

Rabu, 16 November 2011

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Selama tiga hari (15-18/11), sebanyak 50 orang yang diproyeksikan menjadi pembina Praja Muda Karena (Pramuka) mengikuti pendidikan dan latihan di kantor Kwarcab Gerakan Pramuka Musi Banyuasin (Muba).

Kegiatan ini digelar untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang akan membina Pramuka di 50 desa sebagai pilot project Gugus Depan (Gudep) berbasis desa.

Ketua Harian Majelis Pembina Cabang (Mapicab) Gerakan Pramuka Muba Beni Hernedi usai membuka kegiatan ini mengatakan, Pramuka merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus mendapat perhatian penuh. Setiap individu diharapkan tertanam dalam jiwanya semangat ke-Pramuka-an.

Menurut dia, saat ini Pramuka tidak lagi identik dengan pelajar di sekolah atau mahasiswa di kampus. Tetapi seluruh warga dengan berbagai profesi bisa menjadi anggota Pramuka.

“Untuk melakukan pembinaan di desa-desa, tentu kita butuh SDM yang benar-benar bisa diharapkan. Nah, melalui kegiatan ini mudah-mudahan pilot project yang kita siapkan berhasil,” kata Beni.

Hal senada dikatakan Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Muba Dicky Meriando.

Dia mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan pilot project Gudep berbasis desa di 50 desa yang tersebar dalam 14 kecamatan yang ada.

Hal ini dimaksudkan untuk menampung minat generasi muda pedesaan terhadap Pramuka.

“Peserta dalam kegiatan ini merupakan warga non-PNS. Kita akan mengupayakan insentif untuk mereka dalam menjalankan tugasnya. Dengan begitu, pekerjaan mereka tidak lagi dipandang sampingan melainkan sudah profesi,” ujarnya.

Baca Selengkapnya | komentar (1)

Pembina Pramuka Dijadikan Profesi

Rabu, 09 November 2011

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, berencana menjadikan pembina pramuka sebagai profesi.

Tujuannya untuk mewujudkan pembina Pramuka yang profesional dan tidak hanya sebagai pekerjaan sampingan.

Demikian diutarakan Ketua Harian Kwarcab Muba, Dicky Meiriando SSTP MH, pada pelantikan pengurus Pusdiklatcab dan Pelatih Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Muba, di halaman Kantor Camat Batangharileko, Selasa (8/11).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Muba H Pahri Azhari, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, SKPD, dan pengurus serta anggota Kwarcab Gerakan Pramuka Muba.

Dicky mengatakan, menjadikan pembina Pramuka sebagai profesi penting untuk direalisasikan. Sebab Gerakan Pramuka merupakan pilar penting dalam pembinaan serta pembinaan karakter generasi muda. Selain itu juga berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut dia, Kwarcab Muba telah menyusun program perekrutan calon pembina pramuka profesional non PNS untuk dibina. Sebelum diangkat menjadi pembina Pramuka oleh Kwarcab, calon pembina akan melalui pendidikan kursus Pembina Mahir Dasar (KMD).

Setelah lulus pendidikan, pembina yang baru tersebut akan ditempatkan di Gugus Depan (Gudep) berbasis desa/kelurahan.

“Sebagai bentuk penghargaan kepada para pembina yang telah mendedikasikan diri akan diberikan uang insentif,” ujarnya.

Dikatakan, pendirian Gugus Depan berbasis desa bertujuan untuk mengakomodir minat generasi muda yang tidak sedang menempuh pendidikan, terhadap Pramuka.

Sebagai pilot project akan didirikan 50 Gugus Depan berbasis desa, tersebar di 14 kecamatan di muba. Dengan begitu, lanjutnya, Pramuka tak hanya menarik minat siswa usia sekolah, tetapi juga merambah kaum dewasa.

“Untuk mengakomodir minat kaum dewasa, kita berencana membentuk Gugus Dharma yang berada di Sekretariat Kwarcab Muba,” tegasnya.

Rencana pembentukan pembina Pramuka yang profesional serta pembentukan Gudep berbasis desa/kelurahan ini mendapat dukungan Bupati Muba H Pahri Azhari, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Muba.

Menurut Pahri, dengan dilantiknya pengurus baru Pusdiklatcab Pramuka diharapkan memberikan motivasi bagi pengembangan Pramuka di Musi Banyuasin.

“Selain sebagai motivasi, Pramuka berperan sebagai wadah pembinaan dan pembentukan karakter generasi muba. Pemkab Muba siap mendukung sepenuhnya setiap kegiatan Gerakan Pramuka Muba,” katanya.

Pahri menambahkan, didirikannya Gudep berbasis desa/kelurahan merupakan terobosan yang positif.

Keberadaan Pramuka hingga perdesaan dapat dijadikan sarana untuk menangkal kenakalan dan sebagai wadah kegiatan positif bagi pengembangan kreativitas generasi muda.

Baca Selengkapnya | komentar (2)

Boediono Minta Pramuka Ikut Lawan Terorisme

Senin, 11 Juli 2011

TELUK GELAM - Wakil Presiden Boediono berharap gerakan Pramuka mampu menangkal kemungkinan munculnya aksi terorisme. Gerakan pramuka, menurutnya, harus tetap tumbuh kembang sebagai bagian dari pendidikan anak bangsa.
Menurut Boediono, era keterbukaan informasi yang diiringi pesatnya kemajuan teknologi membuat pelajar kerap tak sadar dan terbawa arus. Karenanya melalui gerakan pramuka, para pelajar diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dengan maksimal sekaligus menangkal paham yang salah mengenai radikalisme.
"Paham-paham radikalisme maupun terorisme tidak boleh kita biarkan mengancam kedamaian dan keberadaan NKRI," kata Boediono saat memberi sambutan dalam upacara penutupan Jambore Nasional IX di Bumi Perkemahan Telukgelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (9/7/2011).
Boediono menambahkan, Penggalang Pramuka merupakan siswa-siswi potensial untuk menjadi pemimpin bangsa. "Pramuka adalah calon pemimpin bangsa. Siapkan dirimu sebaik-baiknya, bangunlah karaktermu sebagai calon pemimpin sejak sekarang juga," jelas dia.
(lam)


Sumber : okezone.com
Baca Selengkapnya | komentar

Pramuka Harus Berdiri Kawal NKRI

Ogan Komering Ilir, Sumsel (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono meminta insan Pramuka sebagai Pandu Ibu Pertiwi berdiri di barisan terdepan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman upaya-upaya merusak eksistensi dan kesatuan negeri.


"Faham-faham radikalisme maupun terorisme tidak boleh kita biarkan mengancam kedamaian dan keberadaan NKRI," kata Wapres Boediono saat menutup Jambore Nasional IX 2011 Pramuka di Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, Sabtu.


Hadir dalam acara penutupan itu Ibu Herawati Boediono, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, serta Gubernul Sumsel Alex Noerdin.


Menurut Wapres, selendang Merah Putih yang selalu mengikat leher seorang Pramuka adalah simbol kesetiaan pada cita-cita luhur.


Wapres mengingatkan, cita-cita pendiri bangsa ini memang masih belum sepenuhnya tercapai dan berdirinya Berdirinya NKRI bukanlah akhir dari perjuangan.


"Itu bahkan baru sebuah titik awal dari perjalanan panjang kita semua. Tujuannya adalah mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur bagi seluruh rakyatnya. Itulah cita-cita yang harus kita wujudkan bersama-sama," kata Boediono.


Menurut Boediono, merupakan tugas generasi sekarang untuk menyiapkan kader-kader pemimpin bangsa yang lebih baik.


Kelak, ingat Wapres, anak-anak juga harus bekerja keras agar kualitas dan kesejahteraan generasi berikutnya lagi juga menjadi lebih baik.


Dengan cara itulah, kata Wapres, masyarakat melihat perbaikan dan kemajuan kesejahteraan sebuah bangsa. "Generasi berikutnya harus selalu lebih baik daripada generasi pendahulunya."


Dikatakan Boediono, mengikuti jambore tingkat nasional adalah idaman setiap penggalang di seluruh tanah air.


Jika para peserta sekarang ini berdiri artinya adalah para penggalang istimewa.


Wapres berpesan agar pengalaman selama jambore ini digunakan sebaik mungkin untuk mewarnai pergaulan di gugus depan masing-masing.


Sampaikanlah semua pelajaran baik yang didapatkan di sini kepada seluruh teman, sesama Pramuka maupun yang bukan Pramuka.


"Terpenting pelajaran- pelajaran itu diterapkan dalam kegiatan sehari-hari kalian," kata Wapres.


(A025/A011)


Baca Selengkapnya | komentar

Gabung Yuk...!!

 
Support : Copyright © 2011. Radar Pramuka - All Rights Reserved
Powered by Blogger
;